Afifah Afra | Penulis


DI KALANGAN anak-anak muda, khususnya yang aktif di medsos, Amerika Serikat (AS) dan presidennya, Donald Trump, sering dijuluki sebagai "Admin Bumi". Ini julukan kocak sekaligus satir, yang sedang hits di dunia maya, terutama di kalangan netizen yang doyan meme politik. 

Kenapa bisa begitu? Banyak anak-anak muda melihat bahwa AS memerankan diri sebagai admin server global dan Trump adalah Pak Boss yang pegang tombol ban, delete, atau kick negara-negara yang dianggap "toxic player" di game bumi ini. Ini tentu karena kebijakan luar negerinya super agresif.

Manteman! AS sejak dulu memang selalu memposisikan diri sebagai polisi dunia, tapi di era Trump, tidak hanya polisi dunia, tapi udah level up jadi admin yang gak segan-segan tekan tombol "report" atau "nuke" buat negara yang nggak sejalan. Trump bilang, "Make America Great Again," tapi sebenarnya maksudnya "Make World My Server Again."

Julukan Amerika Serikat (AS) dan Donald Trump sebagai Admin Bumi makin ngegas baru-baru ini. Ada sejumlah alasan.

Pertama, Venezuela dan Presiden Maduro. Pak Trump melempar sanksi ekonomi super ketat, memblokir aset, mendukung oposisi Maduro, Juan Guaidó dan .... blaaaar! Presiden Maduro dan istrinya Cilia Flores (banyak yang bilang, apakah pasangan suami-istri ini ngefans Indonesia, kok namanya kayak pulau-pulau di Indonesia) ditangkap pasukan AS pada 3 Januari 2026 di Caracas, dalam operasi militer terkait dugaan narkotika dan korupsi.

Kedua, serangan ke Iran. Ini lebih epic! Tiba-tiba saja Trump memerintahkan serangan gabungan (joint strike) US-Israel ke Iran, langsung mentarget posisi pemimpin spiritual tertinggi yang dianggap sebagai jantungnya Iran, Ayatullah Ali Khamenei di Tehran. Hasilnya? Khamenei kena 'delete permanen' sama Admin Bumi. Beliau wafat di usia 86, bareng beberapa petinggi IRGC lainnya. 

Ketika rakyat Iran menangis, Trump santuy saja bilang "no problemo". Namun, Sang Admin Bumi sepertinya salah duga. Iran tidak selemah Maduro. Malah Trump terkaget-kaget karena eskalasi perang justru meningkat. Meski ribuan korban jatuh di kubu Iran, tetapi senjata canggih Iran dengan mudah menembus langit Tel Aviv dan menimbulkan kerusakan parah di negara 'bestienya' sang Admin Bumi itu.

Sekarang, belum juga krisis Iran reda, Admin Bumi mau bikin hattrick. Mungkin pengin meniru Lamine Yamal, pemain bola dari Barcelona yang sukses mencetak hattrick perdana yang membawa Barcelona menang 4-1 atas Villarreal di La Liga pada 28 Februari 2026 kemarin (saya dulu suka nonton bola, sekarang nggak lagi, bukan karena sudah emak-emak, tapi karena nggak ada teman nonton; cuma masih mengikuti beritanya).

Apa rencana ketiga? Kuba! Baru-baru ini Trump menyatakan ingin mengubah rezim di Kuba. Sebelum itu, dia sudah mengancangkan embargo, membatasi travel dan remittance, karena Kuba dianggap guilty karena mendukung Maduro. 

Sang Admin Bumi belum juga berhasil men-delete permanen Iran, karena perlawanan Iran masih sangat kuat, dan sangat mungkin As-Israel mengalami 'nightmare" berbulan-bulan. Kalaupun menang, mungkin akan sangat sulit meraihnya dan menelan kerugian sangat-sangat besar.

Sasaran delete ketiga, Kuba, memang menghadapi kondisi ekonomi yang makin susah, tapi masih eksis hingga saat ini.

Negara mana lagi yang bakal kena delete kalo si Admin Bumi ini masih lanjut? Masih ada lawan-lawan tangguh seperti Korea Utara dengan Kim Jong-un,  Cina, Rusia, Suriah, Yaman, dan yang jelas: PALESTINA.

Di malam-malam mulia bulan Ramadan, mari kita berdoa agar agresivitas dan arogansi si Admin Bumi ini berkurang akut, syukur-syukur mau bertransformasi jadi eyang kakung yang imut dan sadar maut.

Wallahu alam bissawab 🙏🙏🙏



Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top