JIKA berbicara tentang tokoh yang memiliki karakter tegas dan berani, nama Epyardi Asda pasti muncul di benak masyarakat Sumatera Barat. Pria kelahiran Singkarak, 11 Maret 1962, ini memiliki latar belakang yang sangat unik; ia mengawali kariernya sebagai seorang pelaut tangguh. Bukan sekadar pelaut biasa, lulusan master mariner ini pernah menjadi kapten kapal di perusahaan Singapura selama bertahun-tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk menepi dan mengabdikan dirinya bagi tanah kelahiran melalui jalur politik.

Karier politiknya di tingkat nasional tergolong sangat panjang dan konsisten. Epyardi Asda tercatat sebagai Anggota DPR RI selama 14 tahun, mulai dari tahun 2004 hingga 2018. Mewakili daerah pemilihan Sumatera Barat I, ia dikenal sebagai legislator yang sangat vokal, terutama saat bertugas di Komisi V yang mengurusi infrastruktur dan perhubungan—bidang yang sangat ia kuasai sebagai mantan kapten kapal. 

Selama belasan tahun berada di Senayan, ia menjadi salah satu tokoh kunci dalam mengawal pembangunan di Sumatera Barat melalui kebijakan-kebijakan di tingkat pusat.

Pencapaiannya menunjukkan lonjakan karier yang sangat luar biasa dari kursi parlemen ke kursi eksekutif. Jika dulu ia bertugas mengawasi jalannya pemerintahan dan menyuarakan aspirasi rakyat dari Jakarta, maka dalam satu periode masa jabatan selaku Bupati Solok, ia terjun langsung untuk mengeksekusi kebijakan tersebut secara nyata. 

Sejak tahun 2021, di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Solok mengalami banyak perubahan gaya kepemimpinan yang dinamis, sesuai dengan karakternya yang disiplin layaknya seorang kapten di tengah samudra. 

Kisah sukses Epyardi Asda dari Singkarak hingga menjadi tokoh populer nasional adalah inspirasi tentang daya juang seorang anak daerah. Ia membuktikan bahwa ilmu kepelautan, ketegasan memimpin kapal, dan pengalaman belasan tahun di parlemen bisa menjadi modal kuat untuk membangun kampung halaman. 

Sosok bergelar Datuak Sutan Majo Lelo ini menunjukkan bahwa sejauh apa pun seorang putra daerah "berlayar" mencari kesuksesan, pada akhirnya dedikasi terbaik adalah ketika ia mampu pulang dan menjadi pemimpin yang membawa perubahan di daerah asalnya.

Catatan:

H. Capt. Epyardi Asda, M.Mar. (gelar Datuak Sutan Majo Lelo) adalah seorang pengusaha dan politikus asal Sumatera Barat yang baru saja menyelesaikan masa jabatannya sebagai Bupati Solok periode 2021–2024. 

Berikut adalah profil singkat dan perkembangan terbarunya per Maret 2026:

Karier Politik & Jabatan

Bupati Solok: Menjabat sejak 2021 hingga awal 2025. Ia resmi purna tugas dari posisi Bupati Solok pada 19 Februari 2025.

Pilkada Sumbar 2024: Ia maju sebagai Calon Gubernur Sumatera Barat berpasangan dengan Ekos Albar. Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU pada Desember 2024, pasangan ini memperoleh 22,88% suara.

Partai Politik: Kader senior Partai Amanat Nasional (PAN) dan pernah menjabat sebagai Ketua DPP PAN. Namun, pada pertengahan 2025, terdapat informasi terbaru bahwa ia didekati oleh kader senior PPP menjelang Muktamar X partai tersebut 

Legislatif: Sebelumnya merupakan anggota DPR-RI selama tiga periode (2004–2018). 

Latar Belakang & Pendidikan

Lahir: Singkarak, Kabupaten Solok, 11 Maret 1962.

Pendidikan: Memiliki latar belakang maritim (lulusan Akademi Ilmu Pelayaran/AIP) dengan sertifikasi Ahli Nautika Tingkat I (M.Mar).

Pengusaha: Sebelum terjun ke politik, ia merintis karier sebagai nakhoda kapal di perusahaan Singapura dan kemudian mendirikan perusahaan pelayaran sendiri (PT Kaluku Maritima Utama). 

Karakteristik & Sorotan

Epyardi dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang tegas dan ceplas-ceplos. Ia sempat viral beberapa kali karena aksinya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), seperti ketika ia marah di kantor pabrik Aqua terkait PHK karyawan dan saat menemukan UGD puskesmas yang tutup. 

#wkp/ede




 
Top