PROF. Hasjim Djalal lahir pada 25 Februari 1934 di Ampek Angkek, Agam, Sumatera Barat. Ia merupakan seorang diplomat ulung dan pakar hukum laut internasional yang memiliki peran krusial dalam memperjuangkan pengakuan dunia terhadap wilayah perairan Indonesia.
Sebagai putra Minangkabau yang memiliki visi besar, sosoknya dikenal inklusif dalam menjalin negosiasi antarnegara, menjadikannya figur otoritas universal yang jasanya sangat menentukan tatanan hukum laut internasional hingga saat ini.
Perjalanan akademisnya menjadi catatan sejarah tersendiri, di mana beliau menjadi mahasiswa Indonesia pertama yang meraih gelar Master of Law dari University of Virginia, Amerika Serikat.
Titik awal perjuangannya dimulai di Akademi Dinas Luar Negeri, yang kemudian membawanya ke berbagai posisi penting sebagai duta besar, mulai dari penugasan di PBB, Kanada, hingga menjadi Duta Besar Indonesia pertama untuk Jerman setelah penyatuan kembali negara tersebut. Beliau adalah salah satu arsitek di balik perjuangan panjang Indonesia agar diakui sebagai Negara Kepulauan (Archipelagic State).
Titik balik yang mengukuhkan namanya di kancah global adalah kepiawaiannya dalam merumuskan dan memperjuangkan Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS). Meskipun telah pensiun sejak 1994, semangat pengabdiannya tidak pernah pudar melalui tulisan dan pemikiran dalam buku-buku seperti Indonesia and the Law of the Sea.
Atas jasa besarnya, beliau dianugerahi berbagai tanda kehormatan tertinggi, termasuk Bintang Mahaputera Utama. Prof. Hasjim Djalal wafat pada 12 Januari 2025 dan dimakamkan di TMP Kalibata, meninggalkan warisan intelektual dan kedaulatan laut yang kini dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
#wkp/ede
