TIDAK ada pertemuan yang kebetulan. Semuanya telah diatur Sang Pencipta. Hari itu, Minggu (27/1/2019), menjadi hari yang sangat berkesan bagi dua alumni Madrasah Tarbiyah Indonesia (MTI) ini. Mereka adalah Eri Gusnedi, MA, alumni MTI Candung Bukittinggi dan Drs. Syafrullah, MM, alumni MTI Lampasi Payakumbuh.

Bertempat di Hotel Grand Royal Denai, Kota Bukittinggi, pertemuan antara dua alumni MTI beda angkatan ini berlangsung penuh keakraban, mulai dari saling berbagi informasi seputar alumni, almamater, organisasi dan aktivitas kekinian, hingga berlanjut diskusi dengan sederet topik hangat.

Eri Gusnedi selaku junior, selain menjabat Sekretaris Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Alumni dan Pondok Pesantren disingkat HAMTIPP (Himpunan, pada data di Kesbangpol Sumbar harus ditulis Perkumpulan-red), juga aktif sebagai penggiat jurnalistik online dan menjabat Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia Provinsi Sumatera Barat. Ia juga owner www.ritvone.com, media online yang lebih menonjolkan broadcast reporting melalui penyajian video live streaming.

Sedangkan seniornya di MTI, Syafrullah, selain aktif sebagai Koordinator Pengawas Madrasah Kota Padang, juga merupakan pendiri Yayasan Amanah Amaliyah yang menaungi Madrasah Tsanawiyah-Tarbiyah Islamiyah (MTS-TI) Yaasin Siguntua, Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. 

Eri Gusnedi pada kesempatan itu menjelaskan perkembangan dan tujuan berdirinya HAMTIPP. Untuk informasi lanjut soal HAMTIPP dan perjalanan wadah ini sampai sekarang, papar Eri, bisa diakses di google atau youtube, media online www.ritvone.com atau di channel HAMTIPP TV.

Syafrullah juga menyampaikan beberapa hal terkait proses berdirinya MTs-TI Yaasin Siguntua, Pessel. 

“Alhamdulillah alumni MTI Lampasi Angku Lakuang beserta masyarakat Siguntua telah berhasil mendirikan MTs-TI Yaasin. Diresmikan pada hari Sabtu 6 Juni 2018 oleh Sekretaris Nagari Siguntur, Syafrul Ghani, dalam kapasitas mewakili Wali Nagari," papar Syafrullah yang juga menginformasikan bahwa pada tahun pelajaran 2018/2019 ini, madrasah yang ia kelola sudah ada satu lokal. 

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa MTs-TI Yaasin berdiri atas permintaan dan dorongan masyarakat Siguntur. Sebab dulu pernah ada MTI, namun proses pembelajaran kala itu baru dilaksanakan di surau dan belum terdaftar di Kementerian Agama. 

Eri Gusnedi mengapresiasi pergerakan alumni MTI Lampasi yang sudah berhasil mendirikan madrasah berbasis tarbiyah di Nagari Siguntur Pessel. 

"Kita harus bersatu dan saling mengisi untuk kemajuan kita ke depan. Banyak alumni kita yang sudah sukses di bidangnya masing-masing, mudah-mudahan kesuksesan para alumni secara individu akan membawa kemajuan alumni secara kelompok dan almamater," ungkap Eri Gusnedi yang selama ini terbilang aktif mengikuti pertemuan dan diskusi dengan para senior sesama alumni MTI di Sumatera Barat.

Diskusi junior dan senior ini mengerucut pada kesepahaman bahwa alumni MTI perlu memperkokoh persatuan dan sama-sama menyadari bahwa masing punya kewajiban moril mempertahankan sekaligus memajukan MTI dan pondok pesantren di wilayah masing-masing. Tentunya, semua itu menyesuaikan dengan kemampuan, keahlian dan profesi masing-masing alumni. 

"Dengan bersatu makanya kita bisa dan kuat," ulang Eri Gusnedi di penghujung diskusi. 

(ede)
 
Top