MENTAWAI, SUMBAR -- Kasus  pencabulan anak di bawah umur di Kepulauan Mentawai semakin memprihatinkan dan membuat generasi penerus terancam masa depannya oleh perbuatan para predator anak.

Menyikapi hal ini, Ketua DPRD Mentawai, Yosep Sarogdok menyampaikan, kasus kekerasan terhadap anak harus segera di selesaikan dan bagi pelaku di beri hukuman seberat-beratnya.

"Mereka adalah generasi penerus yang akan melanjutkan stafet kepemimpinan yang akan datang, maka perlu kita perhatikan bersama" kata Yosep kepada awak media, Kamis (25/6/2020).

Selain itu pelaku pencabulan anak dibawah umur yang terjadi baru-baru ini, pihaknya mengutuk keras.

“Kita mengutuk keras pelaku pencabulan anak, baik itu pelakunya dari tokoh agama maupun yang lainnya, karena perbuatan mereka sudah melanggar undang-undang perlindungan anak" kata dia.

Lebih lanjut Yosep menuturkan, tindakan pencabulan terhadap anak dibawah umur ini tentu melanggar hak asasi manusia dan menghilangkan masa depan anak. 

Pelaku juga harus dihukum seberatnya agar menjadi efek jera bagi predator lainnya, sehingga berfikir untuk melakukan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur, tuturnya.

Kejadian luar biasa ini, Yosep meminta kepada seluruh masyarakat khususnya bagi orang tua, untuk menjaga anaknya ketika di rumah, sekolah, maupun di tempat lain. 

Sekedar diketahui sebelumnya, tiga tokoh di Mentawai ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan dan pornografi dengan waktu dan tempat yang berbeda.

(ers)
 
Top