JAKARTA -- Pemerintah telah menyusun alokasi anggaran untuk belanja prioritas Kementerian/Lembaga di 2023. Pagu indikatif ditetapkan sebesar Rp 977,1 triliun atau naik 3,20% dari tahun ini yang sebesar Rp 945,8 triliun.

"Pagu indikatif 2023 totalnya untuk belanja K/L Rp 977,1 triliun yang terdiri atas rupiah murni Rp 814,1 triliun dan non rupiah murni Rp 163 triliun," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2022, Kamis (28/4/2022).

Berdasarkan bahan paparannya, belanja itu terdiri dari belanja operasional sebesar Rp 319,4 triliun dan belanja non operasional Rp 657,7 triliun.

Dalam belanja non operasional, dikhususkan untuk pembangunan ibu kota negara (IKN) baru Rp 27,6 triliun, persiapan pemilu Rp 19,5 triliun dan prioritas lainnya Rp 610,6 triliun.

"Hal-hal khusus dalam penyusunan belanja K/L tahun 2023 seperti arahan Bapak Presiden harus dipertajam dan dalam mempertajam itu kita memperhatikan anggaran untuk ibu kota Nusantara, persiapan pemilu dan tentu untuk prioritas lainnya termasuk penyelesaian pembangunan infrastruktur tahun 2023 dan 2024," tutur Suahasil.

Sementara itu, kebijakan umum belanja K/L di tahun depan adalah untuk meningkatkan kualitas belanja yang lebih efisien, efektif, dan produktif. Lalu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan infrastruktur prioritas.

Tidak hanya sampai di situ, belanja K/L di 2023 juga diarahkan untuk melanjutkan reformasi birokrasi, mendukung pelaksanaan revitalisasi industri, hingga mengembangkan ekonomi hijau.

#dtc/bin




 
Top