H. M RANI ISMAEL atau yang bernama lengkap Sutan Mohammad Rani Ismael, merupakan seorang pengusaha legendaris asal Sumatera Barat yang lahir pada 20 April 1940 di Cimparuah, Pariaman.
Meski hanya menamatkan pendidikan formal tingkat Sekolah Rakyat (SR), kegigihan dan kedisiplinan keras yang ditanamkan orang tuanya mampu mengubah nasibnya dari seorang penyabit rumput dan penggembala sapi menjadi salah satu tokoh otomotif paling berpengaruh di Sumatera. Ia menjabat sebagai Direktur PT Suka Fajar dan PT Sutan Kasim yang berbasis di Kota Padang.
Perjalanan karier Rani Ismael adalah potret nyata filosofi kerja keras. Sebelum mencapai kesuksesan, ia pernah melakoni berbagai pekerjaan kasar, mulai dari pelayan warung hingga penjaja pisang goreng.
Namun, pada usia 15 tahun, ia sudah menunjukkan bakat bisnisnya dengan mengelola toko sepatu dan kelontong. Ia merupakan sosok pembelajar otodidak yang mengandalkan keberanian dan terus mengasah kemampuannya melalui berbagai kursus serta seminar bisnis hingga dipercaya memimpin perusahaan besar di usia 34 tahun.
Di dunia otomotif, nama Rani Ismael mulai bersinar sejak tahun 1974 saat menjadi diler mobil Amerika seperti Jeep dan Ford. Namanya semakin kokoh di industri ini ketika ia beralih menjadi diler resmi Mitsubishi dan ban Intirub sejak tahun 1978.
Kehebatannya dalam menjual produk diakui secara nasional; ia tercatat masuk dalam peringkat 10 besar penjualan kendaraan Mitsubishi dan 2 besar untuk penjualan suku cadang di Indonesia. Bahkan, untuk penjualan ban Intirub, perusahaannya menjadi yang terbesar di Indonesia selama delapan tahun berturut-turut.
Selain kepiawaian berdagang, Rani Ismael memiliki sisi kreatif yang unik. Ia adalah pencipta lagu merek dagang untuk Suzuki (1994) dan Mitsubishi (1997) yang sangat populer, bahkan lagu-lagu tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Jepang. Karena reputasinya yang cemerlang, ia sering diundang sebagai narasumber seminar strategi bisnis dan dipercaya menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Kadin Sumatera Barat.
Rani Ismael wafat pada 29 Maret 2024, meninggalkan warisan bisnis yang kini diteruskan oleh anak-anaknya yang juga berprofesi sebagai wirausaha. Sebagai putra asli Pariaman, ia telah membuktikan bahwa keterbatasan pendidikan formal bukanlah penghalang untuk mencapai puncak kesuksesan, selama dibarengi dengan keberanian, integritas, dan semangat untuk terus belajar sepanjang hayat.
#wkp/ede
