BANDAACEH -- Polda Aceh melalui Polres Aceh Barat sedang menyelidiki kasus pelemparan benda diduga bom molotov ke rumah seorang warga di jalan Purnama Gampong Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Polisi sudah memeriksa tiga orang saksi dan mengamankan beberapa barang bukti berupa pecahan botol, sumbu kain terbakar, sapu yang terbakar, keset kaki yang terbakar, abu bekas bakaran dan rekaman CCTV di sekitar TKP.

Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengatakan, saat ini Polres Aceh Barat sedang melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap pelaku dan motif pelemparan bom molotov tersebut.

“Masyarakat diminta untuk tidak panik dan jangan berspekulasi macam-macam terkait kejadian ini,” jelas Winardy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/5/2022).

Nurmawati, seorang saksi mata, kepada wartawan menyebutkan melihat seorang pria dengan mengendarai sepeda motor berdiri di depan rumah, Selasa pagi.

“Kami tidak kenal, perawakannya kurus, saya melihat dia membawa sesuatu dan melemparnya ke arah rumah dan kemudian mengeluarkan asap, dan pria itu pergi,” jelas Nurmawati.

Sebuah bom molotov alias bom botol meledak di kediaman Ustaz Yoran Akip Setiawan pimpinan Pondok Pesantren Tahfiz Al-Qur'an Majelis Belajar Iqra (MBI).



Peristiwa pelemparan bom botol tersebut  terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (17/5/2022). Saat kejadian, rumah yang tepat berada di samping pesantren Tahfizdul Qur’an Al-Haalul Murtahil Yayasan Majelis Belajar Iqra (MBI) ini sedang ada pengajian anak-anak Tahfiz Qur’an. 

Aksi pelemparan bom botol alias bom molotov ke rumah Ustad Yoran Akip Setiawan atau yang sehari-hari dikenal dengan sebutan Ustad Abdulah Akip, menimbulkan tanda tanya bagi banyak orang.

Pria yang sehari-harinya beraktivitas sebagai pengajar tahfiz quran ini,  juga dikenal sebagai salah seorang imam besar di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh.

Belum diketahui apa yang menjadi modus yang melatarbelakangi insiden tersebut, namun banyak pihak meyakini selama ini pimpinan pondok pesantren tahfidz Qur’an itu tidak memiliki permasalahan dengan pihak manapun.   

Saat peristiwa itu terjadi, di rumah tersebut hanya terdapat istri dan anak korban, sementara Ustaz Akip sedang beraktivitas di tempat lain.

#kpc/gia




 
Top