BASTIAN TITO merupakan seorang seniman dan penulis novel kenamaan Indonesia berdarah Minangkabau yang lahir pada 23 Agustus 1945 di Pariaman, Sumatera Barat. Namanya melegenda dalam jagat sastra populer Indonesia berkat karya fenomenalnya, serial silat Wiro Sableng.
Lewat imajinasinya, ia berhasil menciptakan karakter pendekar ikonik dengan kapak maut naga geni 212 yang menjadi bagian penting dari budaya populer Indonesia selama puluhan tahun.
Bakat menulis Bastian sudah tumbuh sejak bangku sekolah dasar, namun ia baru mulai membukukan karyanya pada tahun 1964. Serial Wiro Sableng sendiri mulai ia tulis sejak tahun 1967. Keunikan Bastian dalam menulis adalah kemampuannya meramu aksi silat dengan sentuhan humor yang segar.
Selain Wiro Sableng, ia juga menunjukkan kecintaannya pada tanah kelahiran lewat karya berjudul Kupu-kupu Giok Ngarai Sianok, sebuah cerita silat yang mengambil latar kebudayaan Minangkabau.
Di balik sosoknya sebagai penulis produktif, Bastian Tito adalah seorang profesional yang menyandang gelar Master of Business Administration (MBA). Ia tercatat pernah bekerja di bagian purchasing pada sebuah perusahaan swasta, membuktikan bahwa ia mampu menyeimbangkan karier profesional dengan kegemaran seninya.
Kehidupan pribadinya juga diwarnai kisah yang menarik; ia menikah dengan Herna Debby, seorang perempuan berdarah Manado yang menjadi mualaf di bawah bimbingan ulama besar Buya Hamka.
Darah seni Bastian mengalir kuat kepada salah satu putranya, Vino G. Bastian, yang kini menjadi salah satu aktor papan atas Indonesia. Warisan intelektual Bastian terus hidup melalui berbagai adaptasi karyanya, mulai dari sinetron legendaris yang dibintangi Kenken hingga film layar lebar modern "Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212" (2018), di mana sang anak, Vino, berperan langsung menjadi karakter ciptaan ayahnya.
Bastian Tito wafat pada 2 Januari 2006, namun jejak kreatifnya tetap abadi. Sebagai putra asli Pariaman, ia tidak hanya memberikan hiburan bagi jutaan pembaca, tetapi juga berhasil menciptakan kekayaan intelektual asli Indonesia yang mampu bersaing dan bertahan melintasi generasi.
#wkp/bin
