LETNAN Jenderal TNI (Purn) Azwar Anas, gelar Datuak Rajo Suleman, adalah salah satu putra terbaik Sumatera Barat yang lahir pada 2 Agustus 1933 di Mato Aie, Padang. Ia tumbuh dalam keluarga yang disiplin dan taat beragama, putra dari pasangan Anas Malik Sutan Masabumi dan Rakena Anas.
Meskipun sempat berjualan pisang goreng dan kayu di masa kecil untuk membantu ekonomi keluarga, semangat belajarnya membawa Azwar Anas meraih gelar sarjana dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelum akhirnya meniti karier di dunia militer.
Karier militer Azwar Anas dimulai pada tahun 1959 melalui program wajib militer bagi para sarjana. Ia mengabdikan diri di Korps Peralatan (CPL) dan sempat terlibat dalam eksperimen pembuatan roket nasional di Pindad.
Namun, titik balik pengabdiannya terjadi saat ia dipanggil pulang oleh Gubernur Harun Zain untuk memimpin PT Semen Padang yang kala itu sedang terpuruk pasca-peristiwa PRRI. Dengan kepemimpinan yang menyentuh aspek fisik pabrik sekaligus mental karyawan melalui dakwah, ia berhasil membangkitkan perusahaan tersebut menjadi BUMN terkemuka.
Keberhasilan luar biasa di Semen Padang membuat rakyat mempercayainya untuk menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat selama dua periode (1977–1987). Ia tercatat sebagai perwira militer pertama yang menduduki jabatan gubernur di ranah Minang.
Selama memimpin, Azwar Anas dikenal dekat dengan masyarakat dan berhasil membawa kemajuan bagi daerah asalnya sebelum akhirnya ditarik ke tingkat nasional oleh Presiden Soeharto.
Di tingkat nasional, pengabdian beliau semakin luas dengan menjabat sebagai Menteri Perhubungan (1988–1993) dan kemudian sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (1993–1998). Tidak hanya di birokrasi, beliau juga memiliki kecintaan besar pada olahraga dengan menjabat sebagai Ketua Umum PSSI periode 1991–1999, di mana pada masanya kompetisi Liga Indonesia (Ligina) pertama kali digulirkan. Beliau juga aktif dalam organisasi keagamaan Persatuan Tarbiyah Islamiyah dan mendirikan Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas.
Azwar Anas mengembuskan napas terakhir pada 5 Maret 2023 di Jakarta dalam usia 89 tahun setelah menjalani perawatan karena sakit pernapasan. Beliau dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata sebagai bentuk penghormatan atas segudang jasa dan penghargaan yang telah diraihnya, termasuk Bintang Mahaputera Adipradana. Beliau meninggalkan warisan kepemimpinan yang disiplin namun tetap berlandaskan pada nilai-nilai agama dan kearifan lokal.
#wkp/ede
%20Azwar%20Anas.jpg)
