PULAU Sumatera dalam catatan sejarah disebut sebagai Negeri Andalas. Nama Andalas sendiri diambil dari nama kayu besar berkualitas tinggi, yang oleh masyarakat Minangkabau disebut sebagai "Jati Sumatera".  

Masyarakat Minangkabau sendiri dulunya sering memanfaatkan kayu Andalas atau Jati Sumatera sebagai bahan baku untuk membangun Rumah Gadang.

Sejarah juga menyebutkan bahwa nama Sumatera berasal dari gelar seorang raja Sriwijaya, Haji Sumatrabhumi atau "Raja Tanah Sumatera". Pada tahun 1017 Masehi, ia pernah mengirimkan utusan ke China.

Pendapat lain menyebutkan Sumatera berasal dari nama Samudra Pasai, kerajaan di Aceh pada Abad ke-13 dan ke-14 sebelum Masehi.

Dalam berbagai prasasti dan kitab Kertagama yang berbahasa Sanskerta, Sumatera ditulis "Suwarnadwipa" atau "Suwarnabhumi" yang bermakna "Pulau Emas". 

Tidak dapat dipungkiri jika Negeri Andalas sebagai pulau harapan dengan sumber daya alam -nya yang berlimpah -- baik berupa hasil tambang, mineral, perkebunan hingga hasil laut dengan keanekaragaman hayatinya menjadi tujuan bangsa asing yang ingin membangun peradaban sekaligus menikmati dan mereguk untung dari hasil sumber daya alam tersebut. 

Nama Andalas sebagai perlambang kejayaan, disematkan pada industri semen yang berada di Lok Ngah Nanggroe Aceh Darussalam, dengan nama Semen Andalas. 

Sementara di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) nama Andalas disematkan pada universitas negeri yang terletak di Kota Padang. Universitas ini merupakan salah satu universitas tertua di luar Pulau Jawa yang dibuka secara resmi pada tanggal 23 Desember 1955 oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta, yakni Universitas Andalas atau disingkat Unand.  

#red







 
Top