PADANG -- Suasana pagi itu di Markas Komando Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Mako Ditlantas Polda Sumbar) terasa berbeda. Di tengah rutinitas apel dan tugas kepolisian yang identik dengan pengaturan arus kendaraan, penegakan hukum, serta menjaga keselamatan pengguna jalan, ada pemandangan lain yang menyita perhatian.

Ya, pada pagi itu sejumlah pengemudi ojek (pengojek) online maupun pangkalan, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang dan warga di lingkungan Mako Ditlantas Sumbar membaur, hadir bersama-sama. Bukan untuk menerima teguran ataupun pelayanan administratif. Mereka datang sebagai bagian dari sebuah kegiatan sederhana, tetapi sarat makna: menerima bantuan sosial dari jajaran Ditlantas Polda Sumbar.

Kegiatan pada Senin (14/9/2026) pagi bertajuk "Polantas Sumbar Berbagi" merupakan aksi sosial jajaran Ditlantas Polda Sumbar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71. 

Dalam kegiatan tersebut, personel Ditlantas Polda Sumbar membagikan paket makanan secara langsung kepada para pengemudi ojol yang berada di salah satu titik kumpul di Kota Padang.

Pembagian paket makanan dipimpin Brigadir Polisi Suci bersama jajaran personel Ditlantas Polda Sumbar.

Mereka menyambut para pengemudi dan menyerahkan paket makanan sebagai bentuk kepedulian Polri kepada pekerja sektor jasa transportasi.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, SH, SIK, MH, kepada awak media, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polantas untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Di balik seragam yang dikenakan, jajaran Polantas ingin menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak semata-mata berbicara tentang jalan raya. Ada sisi lain yang tak kalah penting, yakni membangun kedekatan dengan masyarakat dan menghadirkan kepedulian bagi mereka yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kehidupan di jalanan.

Diawali Apel Pagi Jam Pimpinan

Rangkaian kegiatan diawali dengan Apel Pagi Jam Pimpinan di Mako Ditlantas Polda Sumbar, dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M Reza Chairul Akbar Sidiq. 

Setelah apel selesai, kegiatan tidak berhenti pada pengarahan internal.

Suasana berubah menjadi lebih cair ketika bantuan sosial mulai disalurkan.

Paket sembako dan kebutuhan harian diberikan secara langsung kepada para penerima. Para pengemudi ojol yang selama ini menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan, petugas kebersihan yang bekerja menjaga lingkungan kota, hingga warga di sekitar Mako Ditlantas menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

Bagi sebagian orang, pekerjaan sebagai pengemudi ojol maupun ojek pangkalan mungkin hanya terlihat dari balik helm dan kendaraan yang hilir-mudik mengantar penumpang maupun pesanan. Tetapi di balik itu, ada perjuangan panjang.

Mereka harus berhadapan dengan panas matahari, hujan, kepadatan lalu lintas, hingga risiko keselamatan di jalan. Bagi sebagian pengemudi, setiap perjalanan bukan sekadar menyelesaikan pesanan, tetapi juga bagian dari upaya memenuhi kebutuhan keluarga.

Hal serupa dirasakan para petugas kebersihan. Ketika sebagian warga masih menikmati waktu pagi, mereka sudah lebih dahulu berada di lapangan. Membersihkan jalan, mengangkut sampah, dan memastikan lingkungan tetap tertata menjadi pekerjaan yang dilakukan berulang setiap hari.

Kelompok-kelompok pekerja lapangan inilah yang menjadi sasaran kepedulian jajaran Ditlantas Polda Sumbar.

Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq mengatakan, keberadaan Polantas tidak hanya berkaitan dengan menjaga ketertiban dan keselamatan di jalan raya.

Menurutnya, Polantas juga harus mampu hadir di tengah masyarakat, merangkul, sekaligus membantu ketika ada warga yang membutuhkan.

"Polantas Presisi hadir untuk mengabdi kepada negeri. Bantuan sosial ini merupakan bentuk rasa syukur kami dalam peringatan HUT Lalu Lintas ke-71 sekaligus wujud apresiasi kepada para pekerja lapangan, mulai dari pengemudi ojol hingga petugas kebersihan, yang terus bekerja keras menjaga roda kehidupan dan kerapihan kota setiap harinya," papar Dirlantas.  

Pernyataan tersebut menggambarkan pesan yang ingin dibangun melalui kegiatan itu: bahwa pelayanan kepolisian tidak berhenti ketika tugas di jalan raya selesai.

Ada ruang bagi Polantas untuk hadir dalam bentuk yang lebih sederhana berbagi, menyapa, dan mendengarkan masyarakat.

Senyum dari Balik Helm Ojol Lady

Salah satu momen yang memperlihatkan sisi humanis kegiatan tersebut datang dari seorang pengemudi ojek online perempuan atau yang dikenal sebagai Ojol Lady.

Di tengah sejumlah penerima bantuan, ia menerima paket sembako yang diberikan jajaran Ditlantas Polda Sumbar.

Tidak banyak kata yang disampaikannya. Namun, rasa haru terlihat dari ungkapan terima kasih yang ia sampaikan.

Baginya, perhatian tersebut memiliki arti tersendiri, terutama bagi para perempuan yang memilih turun ke jalan untuk ikut menopang kebutuhan ekonomi keluarga.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih banyak kepada Bapak Dirlantas dan seluruh jajaran Ditlantas Polda Sumbar. Bantuan ini sangat berarti bagi kami para driver ojol, terutama kami para perempuan yang berjuang di jalanan untuk membantu perekonomian keluarga," ungkapnya.

Ia berharap kepedulian tersebut terus tumbuh dan menjadi bagian dari hubungan yang semakin dekat antara kepolisian dengan masyarakat.

"Terima kasih atas kepeduliannya, semoga Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polantas, semakin sukses, makin dicintai masyarakat, dan selalu diberi keberkahan," sambungnya.

Ungkapan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa bantuan yang diberikan bukan hanya soal nilai barang yang diterima.

Ada pesan bahwa pekerjaan dan perjuangan masyarakat di lapangan diperhatikan


HUT Lalu Lintas, Momentum Memperkuat Kedekatan

Peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 menjadi momentum bagi Ditlantas Polda Sumbar untuk memperluas makna pengabdian.

Jika lalu lintas selama ini identik dengan kendaraan, rambu, marka jalan, kecelakaan, pelanggaran, dan penegakan aturan, maka kegiatan sosial tersebut memperlihatkan dimensi lain dari tugas Polantas.

Di jalan raya, polisi mengatur agar kendaraan bergerak tertib.

Di tengah masyarakat, polisi diharapkan mampu membangun rasa aman dan kedekatan.

Dua hal tersebut berjalan beriringan.

Kegiatan pembagian bansos menjadi bentuk sederhana dari upaya membangun hubungan tersebut. Polisi hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan penanganan atas persoalan hukum atau lalu lintas, tetapi juga dalam suasana yang lebih dekat dan penuh kebersamaan.

Bagi penerima bantuan, sebuah paket sembako mungkin terlihat sederhana. Namun bagi mereka yang menggantungkan kehidupan dari pekerjaan harian, bantuan kebutuhan pokok dapat menjadi bentuk perhatian yang terasa langsung.

Terlebih bagi pekerja lapangan yang penghasilannya sangat bergantung pada aktivitas sehari-hari.

Lebih dari Sekadar Paket Sembako

Di balik kegiatan tersebut terdapat pesan yang lebih besar.

Pelayanan publik pada akhirnya bukan hanya diukur dari seberapa cepat sebuah persoalan diselesaikan, tetapi juga dari seberapa dekat institusi dengan masyarakat yang dilayaninya.

Ditlantas Polda Sumbar berupaya menerjemahkan semangat tersebut melalui aksi sosial yang menyentuh kelompok masyarakat yang sehari-hari berada di ruang publik.

Pengemudi ojol menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat modern. Petugas kebersihan berperan menjaga wajah kota tetap bersih dan tertata. Warga sekitar menjadi bagian dari lingkungan tempat institusi kepolisian menjalankan tugasnya.

Mereka berasal dari latar belakang berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan: sama-sama menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat.

Karena itu, ketika jajaran Ditlantas turun langsung memberikan bantuan, yang terbangun bukan hanya hubungan antara pemberi dan penerima. Ada ruang untuk saling menghargai.

Ada pesan bahwa pekerjaan di jalanan, pekerjaan membersihkan kota, dan perjuangan memenuhi kebutuhan keluarga memiliki nilai yang patut dihormati.

Polantas Presisi, Polisi yang Hadir di Tengah Masyarakat

Aksi sosial tersebut sekaligus mempertegas komitmen Ditlantas Polda Sumbar untuk terus mendekatkan diri dengan masyarakat.

Konsep pelayanan yang humanistis menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai pengguna jalan atau objek penegakan aturan, tetapi sebagai bagian penting dari proses menciptakan keamanan dan ketertiban.

Dalam konteks itu, HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tidak hanya menjadi perayaan institusi.

Ia menjadi ruang refleksi mengenai bagaimana Polantas menjalankan pengabdiannya.

Di jalan raya, mereka menjaga agar masyarakat dapat bergerak dengan aman.

Di tengah masyarakat, mereka berupaya menunjukkan bahwa polisi juga dapat hadir dengan tangan yang memberi 

Pagi di Mako Ditlantas Polda Sumbar akhirnya meninggalkan cerita yang lebih panjang dari sekadar agenda apel dan pembagian sembako. 

Ada senyum para penerima bantuan.

Ada haru seorang Ojol Lady.

Ada penghargaan kepada petugas yang setiap hari bekerja di lapangan.

Dan ada pesan sederhana yang terasa kuat: pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar. Terkadang, ia cukup dimulai dari sebuah kepedulian, sebuah uluran tangan, dan kesediaan untuk hadir lebih dekat.

Momentum HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 pun menjadi pengingat bahwa di balik kewenangan dan seragam kepolisian, terdapat tanggung jawab untuk terus membangun hubungan yang manusiawi dengan masyarakat.

Sebab pada akhirnya, lalu lintas bukan hanya tentang kendaraan yang bergerak di jalan.

Lalu lintas adalah tentang manusia tentang mereka yang pergi mencari nafkah, mereka yang bekerja menjaga kota, dan mereka yang berharap perjalanan hidupnya terus berjalan dengan aman.

#red/mon




 
Top