PATI, JATENG -- Polisi mengungkap motif pembunuhan perangkat desa bernama Suratman (56) di Kabupaten Pati. Pelaku, seorang pemuda berinisial SH (26) yang merupakan tetangga korban nekat membunuh karena emosi ibunya menjalin kedekatan dengan korban.

"Pelaku emosi kepada ibunya, terjadi perselisihan terkait dengan kedekatan ibunya dengan korban, lalu tersangka emosi mengambil pisau kemudian datang ke rumah korban dan menusuk korban," kata Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol M Alfan Armin MAP saat konferensi pers di Mapolresta Pati, Rabu (17/1/2024).

Alfan mengatakan kejadian penusukan itu bermula saat tersangka dan teman-teman minum-minuman keras pada Senin (15/1/2024) malam hingga dini hari. Tersangka lalu pulang ke rumah dan cekcok dengan ibunya.

"Pada Senin (15/1/2024) malamnya tersangka bersama teman-temannya tetangga rumah tersangka melakukan aktivitas minum-minuman keras sampai pukul 03.00 WIB dini hari, pada keesokan harinya. Kemudian tersangka pulang ke rumah, tersangka ketemu dengan ibunya, di mana tersangka terpengaruh dengan minuman keras," terangnya.

Alfan mengatakan polisi telah melakukan olah TKP di lokasi. Ada enam saksi yang diperiksa terkait kasus penusukan hingga tewas tersebut.

"Kemudian langkah yang kami sudah lakukan, kami sudah melakukan olah TKP, sudah enam saksi kita periksa baik dari tetangga, keluarga korban, maupun dari tersangka serta minum korban yang ikut minum-minuman saat malamnya," ujarnya.

Dari keterangan tersangka, ibunya tinggal bersama dirinya sedangkan ayah tersangka merantau ke Sumatra. Tersangka merasa resah karena curiga adanya hubungan kedekatan ibunya dengan korban yang merupakan seorang duda.

"Suami dari ibu tersangka ini merantau di Sumatra, menurut keterangan tersangka sudah lama. Karena terpengaruh minuman keras tadi, tersangka emosi karena ada kedekatan ibunya dengan korban," jelasnya.

"Korban seorang bayan (perangkat desa). Korban duda, punya anak," dia melanjutkan.

Polisi menyita barang bukti berupa pisau hingga sajadah yang terdapat darah korban.

"Kita menyita barang bukti berupa satu buah pisau, satu buah korden, sajadah yang terdapat darah korban, hanphone korban. Kemudian botol kosong minuman keras," terangnya.

Adapun hasil autopsi korban didapati luka tusuk di bagian perut sedalam 10 sentimeter. Luka inilah yang diduga mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Kemudian kita lakukan autopsi kepada korban, hasilnya penyebab kematian ada luka tusuk pada bagian organ limpa dengan dalam 10 sentimeter yang menyebabkan pendarahan besar terhadap korban," terang Alfan.

#dtc/bin




 
Top