PADANG – Sedikitnya 21 warga meninggal akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) sejak Jumat (8/3/2024). Lima korban lainnya di Pesisir Selatan (Pessel) masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Banjir dan longsor di Sumbar dipicu hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (7/3/2024) sore. Bencana itu terjadi di 10 wilayah, yaitu Kota Padang, Kabupaten Pessel, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Solok dan Kota Solok.

Bencana terparah terjadi di Pessel. Sebanyak 23 warga awalnya dilaporkan hilang. Data Kantor SAR Padang menyebutkan, hingga Minggu (10/3/2024) pagi, 18 warga ditemukan meninggal dan 5 lainnya dalam pencarian. Catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, ada 15 kecamatan yang terdampak di kabupaten tersebut.

Sementara itu, di Padang Pariaman, tiga warga meninggal akibat banjir dan longsor. Jumlah kecamatan terdampak mencapai 16 kecamatan. Adapun di Padang semua kecamatan terdampak, yaitu 11 kecamatan.

Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik, mengatakan, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian lima korban hilang akibat banjir bandang di Pesisir Selatan. Pencarian difokuskan pada tiga titik, yaitu lokasi longsor dan banjir bandang di Langgai, Kecamatan Sutera (3 orang), Sungai Batang Tarusan (1 orang), dan Muara Sungai Batang Bayang (1 orang).

”Pencarian akan dilakukan dengan metode menyisir daerah terdampak banjir bandang dan sungai. Sekitar 150 personel dilibatkan yang terdiri atas instansi dan organisasi kebencanaan di Sumbar,” ucap Malik.

Kondisi jalan ambles akibat banjir di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Jumat (8/3/2024).

Ia menambahkan, pencarian juga melibatkan personel dari Kantor SAR Medan, Kantor SAR Bengkulu, TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pemadam Kebakaran (Damkar), Palang Merah Indonesia (PMI), Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Andalas, dan organisasi kebencanaan lainnya.

Pencarian akan dilakukan dengan metode menyisir daerah terdampak banjir bandang dan sungai.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pessel Doni Gusrizal menyebutkan, banjir berangsur surut, tetapi cuaca masih mendung dan gerimis. Masyarakat terdampak umumnya kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah dari sisa-sisa banjir dan longsor.

”Masalahnya, rumah warga penuh lumpur. Kondisinya diperparah dengan tidak adanya air bersih karena pipa PDAM terputus akibat banjir. Warga tidak bisa bersih-bersih dan tidak bisa beraktivitas di dapur," tutur Doni.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pessel menyiapkan bantuan makanan melalui sejumlah organisasi perangkat daerah untuk warga terdampak. Adapun petugas PDAM dan PLN diharapkan dapat memperbaiki kembali jaringan distribusi air dan listrik yang terputus akibat bencana. ”Kemarin akses menuju lokasi terputus total. Mudah-mudahan seiring dibuka kembali, PLN dan PDAM bisa memperbaiki jaringan,” kata Doni.

Adapun akses jalan Padang-Bengkulu yang sempat terputus akibat bencana sudah bisa diakses kembali meskipun terbatas untuk kendaraan ringan.

Puluhan ribu warga terdampak

Berdasarkan informasi dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, jumlah warga terdampak bencana banjir dan longsor di Sumbar mencapai puluhan ribu keluarga.

Di wilayah Kota Padang, warga terdampak sebanyak 10.150 keluarga. Di Pesisir Selatan, 25.794 keluarga terdampak banjir. Di Padang Pariaman, warga terdampak 800 keluarga dengan 2.958 jiwa.

Di Kota Solok warga terdampak 238 keluarga dengan 813 jiwa, sedangkan di Kabupaten Solok sebanyak 10 keluarga. Di Limapuluh Kota, jumlah warga terdampak 24 keluarga dengan 100 jiwa. Adapun di Agam warga terdampak 36 keluarga dengan 144 jiwa. Di Pasaman Barat dan Pasaman, jumlah warga terdampak masing-masing 31 keluarga dan 191 keluarga.

Banjir dan longsor menyebabkan kerugian material di wilayah Sumbar sebanyak 37.265 unit rumah terdampak, 666 rumah rusak, 3 rumah hanyut, 26 jembatan rusak, 45 rumah ibadah terendam, 25 sekolah terendam, 13 titik ruas jalan terdampak, 2 irigasi rusak, 113 hektar lahan terdampak, 300 m2 lahan pertanian terdampak, dan 5 fasilitas umum terdampak.

#kpc/bin

 
Top