PADANG -- Seorang siswa SMP di Padang mengeluh kesulitan belajar malam akibat tidak ada penerangan. Sudah 4 bulan listrik rumah orangtua-nya dekat Komplek Taruko 4 Kelurahan Bungo Pasang Kecamatan Koto Tangah diputus oleh pihak PLN.

Kepada awak media, pelajar berinisial MH itu bercerita, awalnya petugas PLN datang ke rumah dan mencabut meteran listrik. Petugas PLN menyebut telah terjadi pencurian listrik di rumah tersebut.

“Ternyata meteran listrik dilos-kan oleh abang tanpa sepengetahuan orang tua,” sebut MH, Jumat (10/5/2024).

Ia melanjutkan, saat itu petugas PLN menyampaikan denda yang harus dibayar sebesar Rp7 juta.

“Orang tua lagi kesulitan sebab ayah hanya kerja serabutan dan saat ini tidak bekerja. Ibu baru bisa bayar dengan cara diangsur. Sudah diangsur dua kali, sebesar Rp 1,5 juta dan 2 juta,” ungkapnya.

Namun hingga kini listrik di rumah MH belum juga terpasang, sebab PLN mengharuskan denda tersebut dilunasi terlebih dahulu.

MH menyebut, tiap hari keluarganya terpaksa bergelap-gelap saat malam tiba. Dirinya pun tidak bisa mengerjakan tugas sekolah di rumah.

Tak hanya itu, untuk mandi dan keperluan lainnya keluarga MH terpaksa mengambil air dari masjid terdekat.

“Di rumah tidak ada PDAM, jadi air kami angkut dari masjid saja,” ujarnya lirih.

MH berharap pihak PLN memberi keringanan agar memasang kembali listrik yang diputus itu, sembari orang tuanya berusaha melunasi denda yang ditetapkan.

#sbk/bin




.

 
Top