PROF. Dr. (H.C.) dr. Fasli Jalal, Ph.D. mengukir rekam jejak pengabdian yang amat cemerlang dan monumental dalam panggung pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan kependudukan di Indonesia.
Lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, pada 1 September 1953, cendekiawan berdarah Minangkabau ini dikenal luas sebagai figur teknokrat sejati yang konsisten mendedikasikan ilmu dan pemikirannya untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bangsa.
Pondasi akademis Fasli dibangun di tanah kelahirannya dengan menamatkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang hingga merengkuh gelar dokter pada tahun 1982. Kehausannya akan ilmu pengetahuan mengantarkannya menembus batas hingga ke Amerika Serikat.
Ia berhasil meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang Ilmu Gizi Masyarakat—dengan minor di bidang Epidemiologi dan Program Studi Asia Tenggara—dari Universitas Cornell, Ithaca, New York pada tahun 1991. Kombinasi latar belakang medis, kepakaran gizi, dan pemahaman kebijakan publik inilah yang menjadi pilar utama dalam seluruh kiprah strategisnya di tingkat nasional.
Karier birokrasi Fasli di dunia pendidikan terus menanjak pesat berkat kepemimpinan dan dedikasinya. Setelah dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional, ia dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Wakil Menteri Pendidikan Nasional Indonesia dalam Kabinet Indonesia Bersatu II (2010–2011).
Tak berhenti di situ, pengalaman dan kepakarannya di bidang kesehatan masyarakat membuat pemerintah mempercayakannya memimpin Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2013, di mana ia memelopori berbagai penguatan program keluarga berencana dan pencegahan masalah gizi anak secara nasional.
Keberhasilan dan kiprah panjang Fasli Jalal tak lepas dari sokongan penuh keluarga, khususnya sang istri, Dr. Gusnawirta Taib, S.Pd., M.Pd., serta ketiga anak mereka: Fitra Ifana, M.Psi., Anisa Ifana, dan Wahyu Figura.
Perjalanan hidup Prof. Fasli Jalal menjadi "jejak emas" keteladanan nyata tentang bagaimana seorang dokter alumnus Universitas Andalas mampu memberikan kontribusi besar dari ruang kuliah, pimpinan kementerian, hingga lembaga negara demi mencetak generasi unggul Indonesia.
#wkp/ede

