PADANG -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kota Padang tengah melaksanakan proyek revitalisasi kawasan TPU Tunggul Hitam.
Proyek ini masuk dalam program pengelolaan keanekaragaman hayati yang difokuskan pada dua pekerjaan utama, yakni peningkatan pagar keliling dan peningkatan drainase tersier di area pemakaman tersebut.
Berdasarkan rincian anggaran yang diperoleh, pekerjaan peningkatan pagar keliling TPU Tunggul Hitam menyerap dana sebesar Rp3.307.903.676.
Sumber pembiayaan proyek ini berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang bersifat Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan pagar mulai dilaksanakan sejak 13 Juli 2026 dengan masa kerja selama 150 hari kalender.
Selain pagar, proyek ini juga mencakup peningkatan drainase tersier TPU Tunggul Hitam dengan alokasi anggaran sebesar Rp2.512.219.859. Sama seperti pekerjaan pagar, proyek drainase ini juga mulai berjalan pada 13 Juli 2026 dengan durasi pengerjaan 150 hari kalender.
Jika ditotal, kedua pekerjaan infrastruktur di TPU Tunggul Hitam ini menelan anggaran sebesar Rp5.820.123.535.
Kepala UPTD TPU Kota Padang, Linda Afriani, menjelaskan bahwa renovasi dan pembangunan di TPU Tunggul Hitam ini terdiri atas dua jenis pekerjaan, yaitu pembenahan sistem drainase dan pembangunan pagar keliling.
Menurutnya, langkah ini diambil karena kawasan TPU kerap terdampak genangan air saat terjadi bencana akibat luapan aliran sungai.
“Waktu ada bencana kan TPU ini tergenang oleh air, luapan air sungai. Sekalian perbaikan drainase yang di pinggir sungai dan juga pembuatan pagar,” ujar Linda kepada awak media di Padang, Rabu (12/8/2026).
Ia menerangkan, genangan air yang kerap merendam kawasan pemakaman tersebut berasal dari luapan aliran Sungai Batang Kuranji yang berada tak jauh dari lokasi TPU.
Karena itu, perbaikan drainase di sepanjang bantaran sungai menjadi salah satu prioritas dalam proyek ini, supaya luapan air tidak lagi menggenangi area pemakaman ketika curah hujan tinggi maupun saat terjadi kondisi darurat lainnya.
Selain persoalan drainase, kondisi pagar keliling TPU Tunggul Hitam juga menjadi perhatian serius. Linda mengungkapkan bahwa pagar tersebut sudah sangat lama tidak pernah mendapat perbaikan sejak pertama kali TPU ini berdiri.
Karena pagar ini sudah lama sekali tidak dilakukan perbaikan, sudah lama tidak terpoles pembangunan sejak TPU berdiri pagar itu,” kata Linda.
Ia menambahkan, minimnya perawatan membuat kondisi pagar semakin memprihatinkan dari tahun ke tahun. Bahkan, menurutnya, sejumlah bagian pagar sudah roboh dan perlu segera diperbaiki.
“Sudah sangat lama tidak tersentuh perbaikan dari tahun 70-an, hingga sekarang. Dan baru sekarang ini dilakukan pekerjaan. Dan banyak juga pagar-pagar yang runtuh,” ujarnya.
Linda memastikan bahwa proyek gabungan pagar dan drainase ini menggunakan anggaran total sebesar Rp5,8 miliar. Ia menjelaskan, sesuai dengan kontrak kerja, masa pelaksanaan proyek berlangsung selama 150 hari kalender.
“Untuk anggarannya kebetulan Rp5,8 miliar. Dalam kontraknya waktu pelaksanaan 150 hari dimulai dari pertengahan Juli hingga November 2026,” tuturnya.
Dengan demikian, proyek yang mulai berjalan sejak pertengahan Juli 2026 ini ditargetkan dapat rampung sepenuhnya pada November 2026, tepat pada penghujung tahun anggaran berjalan.
Terkait pembangunan infrastruktur ini, Linda menyampaikan harapannya agar perbaikan drainase yang tengah dikerjakan dapat benar-benar menuntaskan persoalan banjir yang selama ini kerap melanda kawasan TPU Tunggul Hitam saat curah hujan tinggi.
“Terkait dengan pembangunan renovasi dan pembangunan infrastruktur ini, saya berharap sudah dilakukan perbaikan drainase tidak terjadi lagi banjir apabila curah hujan tinggi,” ungkapnya.
Tak hanya soal fungsi teknis, Linda juga berharap wajah TPU Tunggul Hitam akan tampak lebih rapi dan indah setelah pembangunan pagar keliling rampung dikerjakan.
“Kemudian dilakukan pembangunan infrastruktur TPU Tunggul Hitam ini menjadi indah, pagar sudah bagus,” katanya.
Ia berharap, dengan rampungnya seluruh rangkaian pekerjaan mulai dari perbaikan drainase hingga pembangunan pagar keliling, kondisi TPU Tunggul Hitam ke depan dapat semakin baik dan nyaman dipandang.
“Mudah-mudahan TPU akan lebih bagus lagi dilihat dalam pengerjaan ini,” pungkasnya.
Dengan rampungnya proyek senilai Rp5,8 miliar ini, Pemerintah Kota Padang berharap TPU Tunggul Hitam tidak hanya lebih tertata dan indah, tetapi juga bebas dari ancaman banjir akibat luapan sungai yang selama ini kerap menjadi persoalan di kawasan pemakaman tersebut.
#pdk/f: dok.pdk/ede

