LETNAN Kolonel (Purn.) Dr. (H.C.) Masagus Nur Muhammad Hasjim Ning, atau yang lebih dikenal sebagai Hasjim Ning, adalah seorang konglomerat legendaris Indonesia yang lahir pada 22 Agustus 1916 di jalan Nipah, Padang, Sumatera Barat. Sosoknya dikenal luas sebagai perintis industri otomotif di tanah air hingga mendapat julukan "Raja Mobil Indonesia". 

Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia bisnis, Hasjim sempat memiliki karier militer yang gemilang dan ikut mengangkat senjata dalam perjuangan kemerdekaan di wilayah Jawa Barat sejak tahun 1945.

Karier bisnis Hasjim Ning dimulai setelah ia pensiun dari TNI pada tahun 1951 dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel. Ia mendirikan Djakarta Motor Company yang kemudian berkembang pesat menjadi usaha perakitan mobil pertama di Indonesia melalui perusahaan Indonesian Service Station. 

Di bawah kepemimpinannya, industri otomotif Indonesia mulai tumbuh dengan merakit mobil-mobil asal Eropa dan Amerika. Keberhasilannya di dunia usaha membuatnya dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum Kadin (Kamar Dagang dan Industri) periode 1979–1982.

Hasjim Ning bukan hanya sekadar pengusaha otomotif; gurita bisnisnya merambah ke berbagai sektor seperti perbankan, ekspor-impor, biro perjalanan, hingga kosmetik. Beliau merupakan salah satu pendiri PT Pembangunan Jaya dan pernah memiliki saham mayoritas di Bank Perniagaan Indonesia (yang kelak menjadi cikal bakal Lippo Bank). Ketajaman bisnisnya terbukti dengan kemampuannya mengelola ribuan karyawan dan menduduki posisi komisaris di berbagai perusahaan besar nasional.

Di samping dunia bisnis, Hasjim Ning juga aktif dalam panggung politik nasional. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum IPKI (Ikatan Pejuang/Penerus Kemerdekaan Indonesia) dan menjadi salah satu tokoh kunci di balik lahirnya Partai Demokrasi Indonesia (PDI) melalui fusi berbagai partai nasionalis dan Kristen di awal masa Orde Baru. Meski sempat aktif di PDI, beliau kemudian memilih bergabung dengan Golkar menjelang Pemilu 1982.

Hasjim Ning wafat pada 26 Desember 1995 di Jakarta pada usia 79 tahun akibat gangguan jantung dan ginjal. Ia meninggalkan warisan besar bagi dunia usaha Indonesia sebagai pionir industri perakitan mobil dan tokoh organisasi yang sangat dihormati. Sosoknya tetap dikenang sebagai perantau Minang yang sukses membangun kekaisaran bisnis sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasional.

#wkp/bin




 
Top