SUMATERA BARAT tidak hanya melahirkan pemikir politik, tetapi juga pemimpin yang cakap dalam manajemen organisasi besar. Salah satu yang paling membekas adalah dr. Tarmizi Taher. Dia adalah perpaduan unik antara seorang perwira tinggi TNI-AL, dokter medis dan ulama yang visioner. Di tangannya, sistem pelayanan haji Indonesia yang kita rasakan kemudahannya saat ini mulai dibangun fondasi digitalnya.
Titik Awal: Tumbuh dalam Lingkungan Pejuang dan Ulama
Lahir di Padang pada tahun 1936, Tarmizi dibesarkan dalam keluarga pejuang yang sangat kuat dasar agamanya. Ayahnya adalah aktivis kemerdekaan di Teluk Bayur, sementara ibunya merupakan Ketua Aisyiyah Sumatera Barat. Kakeknya pun seorang ulama terpandang dari Batusangkar. Karier awalnya dimulai sebagai dokter setelah lulus dari Universitas Airlangga, yang kemudian membawanya mengabdi di TNI Angkatan Laut sebagai perwira kesehatan di kapal perang legendaris KRI Irian.
Titik Balik: Inovasi Digital untuk Umat
Momen titik balik yang paling bersejarah terjadi ketika ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Agama Indonesia (1993–1998). Ia menyadari bahwa pengelolaan haji memerlukan transparansi dan kecepatan. Di sinilah ia memelopori lahirnya Siskohat (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu). Melalui inovasi ini, pendaftaran haji yang sebelumnya manual dan rumit menjadi lebih terorganisir. Ia membuktikan bahwa teknologi dan agama bisa disinergikan untuk memberikan kemaslahatan bagi jutaan jamaah haji Indonesia.
Kondisi Saat Ini (Warisan dan Penghormatan)
Meski telah berpulang pada tahun 2013, warisan pemikiran Tarmizi Thaher tetap hidup. Selain dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata sebagai bentuk penghormatan negara, namanya kini diabadikan menjadi nama Rumah Sakit TNI-AL (RSAL) dr. Tarmizi Taher di Lantamal II Padang. Penghargaan ini menjadi pengingat bagi generasi muda di Sumatera Barat bahwa pengabdian tulus di bidang ilmu pengetahuan dan agama akan selalu dikenang sebagai sejarah yang mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
Kisah hidup Tarmizi Thsher mengajarkan kita bahwa penguasaan ilmu pengetahuan yang dibarengi dengan iman yang kokoh adalah kunci utama dalam membangun bangsa.
#wkp/bin

