RANAH Minang tidak pernah kehabisan stok pemikir hebat di dunia pendidikan. Salah satu tokoh paling berpengaruh dalam satu dekade terakhir adalah Musliar Kasim. Lahir di Padang Ganting, Tanah Datar, ia adalah sosok akademisi yang berhasil membawa perspektif baru ke tingkat kementerian berkat latar belakangnya yang kuat di bidang pertanian dan manajemen perguruan tinggi.

Titik Awal: Prestasi Akademis dan Pengabdian di Kampus Unand

Lahir dari keluarga pedagang, semangat menuntut ilmunya sudah terlihat sejak sekolah di SMA Negeri 2 Padang hingga meraih gelar doktor dari University of the Philippines Los Baños. Karier awalnya di Universitas Andalas (Unand) dimulai sebagai dosen tetap yang penuh dedikasi. Ketekunannya berbuah manis saat meraih predikat Dosen Teladan Unand pada 1994. Sejak saat itu, amanahnya terus bertumbuh, mulai dari sekretaris lembaga penelitian hingga akhirnya terpilih menjadi Rektor Unand selama dua periode. Di bawah kepemimpinannya, Unand mencatat sejarah sebagai universitas dengan jumlah guru besar terbanyak di Sumatra.

Titik Balik: Menjadi Arsitek Kurikulum 2013

Momen titik balik yang paling signifikan dalam perjalanan kariernya terjadi pada tahun 2011. Sebelum masa jabatan rektornya berakhir, ia dipanggil oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjabat sebagai Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Di sinilah ia memegang peran krusial sebagai Ketua Tim Pengarah Kurikulum 2013. 

Musliar Kasim menjadi tokoh di balik lahirnya perubahan pola pendidikan yang menekankan pada keseimbangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap bagi siswa di seluruh Indonesia. Kepercayaan negara pada beliau membuktikan bahwa integritas akademisi dari daerah mampu menjawab tantangan nasional.

Kondisi Saat Ini

Setelah menyelesaikan tugas negara di Jakarta, ia memilih untuk kembali mengabdi di kampung halaman. Saat ini, beliau dipercaya menjabat sebagai Rektor Universitas Baiturrahmah untuk periode ketiga kalinya. Selain sibuk memimpin kampus, ia juga aktif sebagai Ketua ICMI Sumatera Barat dan satu-satunya wakil Sumatra dalam Dewan Pendidikan Tinggi periode 2021-2026. Ia terus konsisten menyumbangkan pikiran dan energinya untuk kemajuan kualitas pendidikan, membuktikan bahwa seorang intelektual sejati tidak akan pernah berhenti mengabdi di mana pun dirinya berada.

Kisah Musliar Kasim mengajarkan kita bahwa kedalaman ilmu dan kerendahan hati untuk terus belajar adalah modal utama untuk membawa perubahan bagi bangsa.

#wkp/bin





 
Top