Rosadi Jamani
NEGERI ini selalu ada menyuguhkan cerita ngakak. Selama ini umat Islam menunggu kapan Imam Mahdi turun ke bumi. Ternyata sudah turun, tepatnya di Bangkalan Madura. Sang Imam pun beraksi, menjual tiket ke surga, dan paket top up nyawa. Gimana ceritanya? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, cak!
Biasanya orang top up pulsa, kuota internet, atau saldo dompet digital. Di Kecamatan Kamal, Bangkalan, Madura, ada dugaan bisnis lebih futuristis: top up umur, beli tiket surga, bahkan bayar denda gara-gara menginjak sandal! Kalau Elon Musk membaca ini, mungkin dia langsung pensiun, lalu belajar agama di Bangkalan.
Ceritanya, pria berinisial F mengaku sebagai Imam Mahdi. Bukan cuma itu, ayahnya, AS alias Ahmad Subaidi, disebut sebagai Ratu Adil. Satu keluarga langsung menguasai dua jabatan akhirat. Kalau ada pemilihan ketua RT alam gaib, mereka tinggal bikin koalisi.
Pertemuan digelar di rumah F. Pengikut wajib berpakaian putih dan dilarang membawa ponsel. Maklum, kalau ponsel dibawa, bisa-bisa pengikut malah menemukan Google dan bertanya, “Wak, Imam Mahdi kok pakai daftar harga?”
Korban bernama Halimi, 31 tahun, asal Sampang berdomisili di Bangkalan, mengaku merugi hingga Rp1,3 miliar selama sekitar enam tahun, sejak 2019/2020 sampai 2025. Duit sebanyak itu bisa membeli rumah, mobil, atau membuka warung kopi dengan stok Koptagul sampai kiamat. Sayangnya, uang tersebut diduga mengalir ke bisnis spiritual bikin kalkulator ikut istighfar.
Awalnya, istri Halimi tak kunjung hamil. F menyebut ada gangguan makhluk gaib dan meminta Rp5 juta untuk membersihkannya. Ini makhluk gaib apa AC rusak? Sekali servis, tarifnya setara cicilan motor!
Setelah itu, korban mengaku diancam umurnya pendek atau imannya dicabut jika tidak membayar. Halimi diminta mengeluarkan Rp3 juta berulang kali, sekitar 10–15 kali, demi panjang umur dirinya dan anak belum lahir.
Bayi saja belum melihat matahari, sudah punya tagihan akhirat. Kalau lahir nanti, jangan-jangan langsung ditanya, “Dek, sudah bayar paket panjang umur belum?”
Belum selesai. Ada tiket surga supaya terhindar dari siksa kubur. Sistemnya pre-order, tanpa refund, tanpa garansi, dan customer service-nya entah bersembunyi di langit mana.
Halimi juga mengaku membayar Rp10 juta untuk diangkat menjadi wali, ditambah Rp17 juta untuk pelantikannya. Wali zaman sekarang rupanya punya biaya administrasi dan seremoni. Tinggal tunggu paket platinum: wali plus, bebas antre di pintu surga!
Paling ajaib, korban disebut kerap dimintai uang untuk kafarat karena menginjak sandal F atau membayar kafarat zina. Sandal pun naik pangkat menjadi instrumen penguras rekening. Terinjak sedikit, dompet berdarah. Itu sandal atau ranjau darat Rusia?
Pengikut juga diajarkan mengesampingkan orang tua demi guru. Bahkan salat disebut boleh dihentikan jika dipanggil F atau AS, lalu diganti istighfar. Ini agama atau aplikasi versi beta tombol salatnya bisa di-skip?
F juga disebut mengklaim ayahnya mampu melihat amal manusia dan berkomunikasi langsung dengan Allah. Namun, AS meninggal pada 2025. Halimi mulai sadar, kemudian meminta uangnya kembali. Jawaban F sungguh di luar orbit, uang akan dikembalikan jika ia memperoleh jatah dapur MBG alias Makan Bergizi Gratis! What…!
Cak, Rp1,3 miliar nyangkut, solusinya malah menunggu jatah dapur. Kalau begini, program MBG bukan cuma memberi makan anak sekolah, tetapi berpotensi menjadi loket pengembalian dana spiritual!
Akhirnya, Rabu, 21 Oktober 2026, Halimi melaporkan F ke Polres Bangkalan. Kasi Humas Ipda Agung Intama menyatakan laporan akan diperiksa sebelum penyelidikan lebih lanjut. Kita tunggu proses hukum membuktikan duduk perkara ini.
Ingat, tuduhan tetap harus dibuktikan, bukan diputuskan lewat lomba melawak. (*)
#camanewak

