NAMA Titi Anggraini dikenal luas dalam dunia kepemiluan dan demokrasi Indonesia. Perempuan kelahiran Sumatera Selatan, 12 Oktober 1979, ini telah melewati perjalanan panjang dari aktivis dan pemerhati kepemiluan hingga menjadi akademisi serta anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).
Ketertarikannya terhadap hukum tata negara dan demokrasi telah tumbuh sejak masa kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Bahkan, ketika masih menempuh pendidikan hukum, Titi dipercaya menjadi anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tingkat pusat pada Pemilu 1999 dari unsur perguruan tinggi. Kiprah tersebut menjadi salah satu tonggak awal perjalanan panjangnya di bidang pengawasan pemilu.
Di bidang akademik, Titi menorehkan prestasi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ia tercatat sebagai lulusan terbaik Fakultas Hukum UI pada 2001 sekaligus meraih penghargaan Mahasiswa Berprestasi Utama. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di bidang hukum di Universitas Indonesia dan menyelesaikannya pada 2005.
Perjalanan profesionalnya kemudian semakin erat dengan isu kepemiluan dan demokrasi. Titi pernah menjadi Ketua Tim Asistensi atau Tenaga Ahli di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 2008 hingga 2010. Sebelumnya, ia juga sempat terlibat dalam program penguatan legislatif di Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias.
Nama Titi semakin dikenal setelah dipercaya menjadi Direktur Eksekutif Perludem selama satu dekade, dari 2010 hingga 2020. Di bawah kepemimpinannya, Perludem aktif melakukan penelitian, advokasi, pemantauan serta mendorong penguatan demokrasi dan tata kelola pemilu di Indonesia.
Kiprahnya juga mendapat pengakuan di tingkat internasional. Pada 2017, International IDEA menunjuk Titi sebagai Democracy Ambassador atau Duta Demokrasi. Dalam kapasitas tersebut, ia menjadi salah satu tokoh yang dipercaya untuk mendorong nilai-nilai demokrasi serta pemilu yang bebas, adil dan demokratis.
Selain berkiprah di tingkat internasional, perempuan hebat ini juga terlibat dalam berbagai misi pemantauan pemilu di sejumlah negara. Profil Universitas Melbourne mencatat keterlibatannya dalam misi pemantauan pemilu di Nepal, Amerika Serikat, Australia, Myanmar, Kamboja, Filipina, Malaysia dan Sri Lanka.
Penghargaan lain datang pada 2024. Metro TV memberikan penghargaan Penjaga Demokrasi dalam ajang People of The Year 2024 kepada Titi Anggraini. Penghargaan tersebut diberikan dalam kapasitasnya sebagai anggota Dewan Pembina Perludem, dengan kiprahnya di bidang demokrasi dan kepemiluan menjadi salah satu latar belakang apresiasi tersebut.
Setelah tidak lagi menjabat sebagai Direktur Eksekutif Perludem, Titi tetap aktif dalam dunia kepemiluan. Ia kini tercatat sebagai anggota Dewan Pembina Perludem sekaligus pengajar di bidang Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Sumber Transparency International Indonesia menyebut Titi mulai menjadi staf pengajar Hukum Tata Negara di FH UI sejak 2022.
Perjalanan Titi Anggraini menunjukkan bagaimana pengalaman sejak menjadi pengawas pemilu di usia muda berkembang menjadi kiprah panjang dalam penelitian, advokasi, pendidikan dan penguatan demokrasi.
Dari dunia kampus, pengawasan Pemilu 1999, keterlibatan di Bawaslu, kepemimpinan di Perludem, hingga menjadi akademisi Hukum Tata Negara UI, perjalanan Titi menjadi bagian dari dinamika panjang perkembangan kepemiluan Indonesia.
Bagi Sumatera Selatan, kiprah Titi juga menjadi catatan tersendiri. Dari daerah asalnya, ia kemudian dikenal di tingkat nasional bahkan memperoleh pengakuan internasional melalui berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pemilu dan demokrasi.
#wkp/ede


