Anto Narasoma


SEBILAH kata-katamu benar-benar mengiris persoalan sosial

yang panjang dan tajam


dari berbagai komentar dalam pembahasan panas yang mendidih,

daun telingamu pecah

dan berserak,

lalu mengkhawatirkan para penyandang kasus politik di antara waktu


o, kapan kau berhenti bicara dengan gaya bolduzer yang patah kemudi?


sebab,

mulutnu adalah harimau yang turun dari kebisingan masalah


dari celah-celah persoalan yang timbul tenggelam

di benakmu,

harimau kata-kata pun melahap suasana


begitu ketus arah perbincangan yang penuh badai


sekali pukul,

kekuasaan dari persoalan

yang dikunyah

akan tumbang ke mulutmu


o, cuaca seperti permainan gasing yang berubah arah


sebuas kata-kata

yang mengaum panjang setelah

mencengkeram persoalan politik,

akhirnya padam


bara api tak lagi

bergemeretak di lidahmu


sebab,

suhu panas pun kehilangan titik didih

dalam suhu selembut elusan penguasa


tak ada lagi suara

tak ada lagi kata-kata setajam pisau cukur

tak ada raungan mematikan


hanya keramahtamahan kaku setelah peci dan stelan jas masuk

ke barisan wantimpres

yang mematikan harimau kata-kata

di lidahmu (*)


Palembang, 3 Oktober 2026





 
Top