JAKARTA — Posisi Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum Partai Golkar seperti tak tergoyahkan setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan jabatan baru kepada Bahlil dalam reshuffle Kabinet Merah Putih, sementara dua nama yang sebelumnya disebut sebagai alternatif pengganti Bahlil justru tersingkir dari kabinet.
Bahlil dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi pada Kamis (1/10/2026).
Masih dalam keputusan yang sama, Bahlil tetap dipertahankan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dengan begitu, dirinya kini memegang dua posisi sekaligus, yakni Menko Hilirisasi dan Transisi Energi serta Menteri ESDM.
Posisi baru tersebut memperkuat peran Bahlil di pemerintahan Prabowo. Penugasan itu juga menunjukkan Bahlil tidak kehilangan jabatan lamanya ketika mendapat mandat baru sebagai menteri koordinator.
Situasi berbeda dialami Agus Gumiwang Kartasasmita. Dalam reshuffle yang sama, Agus dicopot dari posisi Menteri Perindustrian dan digantikan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji. Serah terima jabatan Menteri Perindustrian dari Agus kepada Sarmuji berlangsung pada Jumat (2/10/2026).
Agus sebelumnya merupakan salah satu elite Golkar yang pernah disebut dalam bursa kepemimpinan partai. Bahkan, dalam Munas XI Golkar pada 2024, Agus sempat menjadi Ketua Umum DPP Golkar sementara sebelum Bahlil ditetapkan sebagai ketua umum periode 2024-2029. Setelah Bahlil terpilih, Agus justru ditempatkan sebagai Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar. Penempatan tersebut diputuskan Bahlil pada Agustus 2024. Kini, dua tahun setelah berada di posisi strategis tersebut, Agus tidak lagi menjadi menteri.
Perubahan posisi Agus berlangsung ketika nama lain yang juga pernah disebut sebagai alternatif terhadap Bahlil, Nusron Wahid, menghadapi persoalan hukum di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). KPK diketahui mengusut dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Nusron, yang saat itu masih menjabat Menteri ATR/Kepala BPN, menyatakan menghormati proses hukum dan memastikan kementeriannya mengikuti serta membantu proses yang dilakukan KPK.
Situasi tersebut membuat peta persaingan internal Golkar terhadap Bahlil berubah. Sumber di internal Golkar menyebut, saat ini nama yang masih mungkin menjadi penantang Bahlil tidak banyak. Dua nama yang disebut adalah Maman Abdurrahman dan Dolly. "Tinggal Maman dan Dolly," kata sumber tersebut, Senin (5/10/2026).
Maman sendiri merupakan kader Golkar yang saat ini menjabat Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Ia juga pernah dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum Ormas MKGR sebelum organisasi tersebut menggelar Mubeslub pada Juli 2026. Dalam proses tersebut, Maman bahkan menyebut nama Wihaji sebagai kandidat kuat Ketua Umum MKGR.
Kedekatan politik Maman dengan Bahlil juga menjadi faktor yang diperhitungkan dalam membaca peta internal Golkar. Karena itu, kemunculan Maman sebagai salah satu nama yang berpotensi berada dalam kontestasi kepemimpinan Golkar tidak otomatis berarti ia berada dalam posisi berseberangan dengan Bahlil.
Sementara nama Dolly masih disebut sebagai salah satu alternatif di internal partai. Meski demikian, sumber menilai jarak politik Dolly dengan Bahlil masih cukup jauh untuk menjadi pesaing utama. Di sisi lain, Bahlil justru mendapatkan tambahan kekuatan di pemerintahan. Selain mempertahankan posisi sebagai Menteri ESDM, Bahlil kini dipercaya mengoordinasikan agenda hilirisasi dan transisi energi melalui kementerian koordinator baru. Pemerintah menyebut penyatuan dua agenda tersebut ditujukan untuk mempercepat pelaksanaan program hilirisasi sumber daya alam dan transisi energi.
Kekuatan Bahlil di kabinet juga tidak hanya terlihat dari posisinya sendiri. Sejumlah kader Golkar mendapat posisi strategis dalam pemerintahan Prabowo. Di antaranya Maman Abdurrahman sebagai Menteri UMKM, Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Wihaji sebagai Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta Meutya Hafid sebagai Menteri Komunikasi dan Digital.
Dalam reshuffle terbaru, Sekjen Golkar Muhammad Sarmuji juga mendapat posisi sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang. Dengan konfigurasi tersebut, Golkar tetap memiliki sejumlah kursi penting di kabinet. Berdasarkan perhitungan internal partai, Golkar disebut mengisi 11 posisi di pemerintahan, terdiri atas lima menteri dan enam wakil menteri. Jumlah tersebut menjadi salah satu indikator besarnya representasi Golkar di pemerintahan Prabowo.
Secara jumlah, representasi Golkar masih berada di bawah Gerindra yang memiliki 15 posisi di kabinet. Kondisi itu berlangsung ketika elektabilitas Golkar dalam survei nasional Poltracking Indonesia berada di posisi ketiga. Survei yang dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden di 38 provinsi mencatat elektabilitas Gerindra 23,2 persen, PDIP 11,6 persen, dan Golkar 10,4 persen.
Angka tersebut menunjukkan Golkar masih berada dalam tiga besar partai politik berdasarkan survei tersebut, meski terpaut dari Gerindra dan PDIP. Dalam konteks internal partai, posisi Bahlil juga masih ditopang oleh masa jabatan hasil Munas XI Golkar yang menetapkannya sebagai Ketua Umum DPP Golkar periode 2024-2029. Pergantian Agus Gumiwang dan tersingkirnya Nusron dari peta kekuasaan pemerintahan, jika dikaitkan dengan bertambahnya posisi Bahlil di kabinet, membuat peta politik internal Golkar kembali berubah.
Bahlil kini bukan hanya mempertahankan kursinya sebagai Ketua Umum Golkar, tetapi juga memperoleh mandat baru sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi tanpa harus meninggalkan posisi Menteri ESDM. Di saat yang sama, Agus Gumiwang kehilangan jabatan menteri, sementara Nusron menghadapi proses hukum yang sedang berjalan di lingkungan ATR/BPN.
Konfigurasi tersebut membuat persaingan menuju kepemimpinan Golkar untuk sementara kembali berpusat pada kemampuan Bahlil mempertahankan konsolidasi internal partai. Sumber Afu.id menyebut, selama tidak muncul figur baru dengan dukungan politik yang lebih besar, nama-nama yang beredar sebagai alternatif Bahlil sepertinya masih belum ada kekuatan yang sebanding dengan posisi ketua umum saat ini.
#afu/eer

