BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial (Dinsos) siap memfasilitasi pemulangan tiga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Aceh dari Malaysia.

Kadis Sosial Aceh, Dr Yusrizal, mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Aceh dan Ketua Solidaritas Ummah Bansigom Aceh (SUBA) di Malaysia, Tgk Bukhari Bin Ibrahim.

"Ada 3 TKI asal Aceh yang akan dipulangkan Pemerintah Aceh.

Dua orang asal Aceh Tamiang dan satu orang asal Pidie,” kata Yusrizal, seperti dilansir SerambiPos, Senin (13/6/2022).

Saat ini, menurut Yusrizal, ketiga orang itu berada di bawah naungan SUBA di Malaysia, sembari menunggu penyelesaian proses administrasi.

Yusrizal mengungkapkan, untuk memulangkan PMI tersebut perlu waktu untuk penyiapan segala kebutuhan, terutama menyangkut kelengkapan dokumen dan pemenuhan hak-hak mereka.

"Ini berkenaan dengan aturan negara di sana yang tentu harus kita hormati,”sebut Yusrizal.

Ketiga pekerja migran tersebut yakni Mauri dan Lili Herawati (Aceh Tamiang), serta WD (Pidie).

Lili Herawati dan WD merupakan tenaga kerja wanita yang mendapat penyiksaan oleh majikannya selama bekerja di Malaysia.

Sementara Mauri merupakan pekerja yang mengalami kecelakaan kerja di negeri jiran tersebut.

Pemerintah Aceh menyampaikan terima kasih atas bantuan yang selama ini dilakukan oleh Ketua SUBA, Tgk Bukhari, para komunitas masyarakat Aceh di Malaysia, dan KBRI di Kuala Lumpur.

"Dengan hadirnya perkumpulan masyarakat Aceh di Malaysia,tentu sangat membantu Pemerintah Aceh dalam memfasilitasi warga Aceh yang bermasalah di sana,” ungkapnya.

Sejauh ini, tambah Yusrizal, setiap ada laporan masuk ke Dinas Sosial Aceh tentang adanya warga Aceh yang telantar, pihaknya selalu berusaha untuk menindaklanjuti sesuai dengan arahan Gubernur Nova Iriansyah.

"Insya Allah, semampunya akan kami bantu," tutup Yusrizal.

Mauri Masih dalam Perawatan

Ketua SUBA, Tgk Bukhari Ibrahim, saat dihubungi Serambi, Selasa (14/6/2022), menyampaikan, Mauri saat ini masih dalam perawatan medis pada salah satu rumah sakit di Kelantan karena luka di bagian tengah kepalanya belum sembuh.

Mauri sudah terhubung dengan Anggota DPRA Fraksi PAN, Asrizal H Asnawi yang saat ini sedang berada di Kuala Lumpur untuk memfaslitasi pertemuan Lili Herawati dengan keluarganya.

Lili Herawati dan WD baru bisa pulang ke Indonesia setelah proses administrasi selesai dan mereka mendapatkan hak-haknya.

“Jadi, jadwal kepulangan mereka ini belum bisa dipastikan karena harus menyelesaikan proses administrasi di sini (Malaysia),” ujar Ketua SUBA.

Di akhir penjelasannya, Tgk Bukhari mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh (Dinas Sosial Aceh) yang sudah peduli terhadap warga Aceh yang mengalami kisah tragis di Malaysia.

Asrizal melalui sambungan telepon dari Kuala Lumpur, kemarin, mengatakan, ia mengapresiasi Pemerintah Aceh yang bersedia memfasilitasi kepulangan pekerja migran asal Aceh dari Malaysia.

Anggota Komisi III DPRA ini juga menyampaikan terima kasih kepada KBRI Kuala Lumpur yang begitu cepat dalam proses penerbitan SPLP untuk Mauri dan yang lain.

Ketua PAN Aceh Tamiang ini meminta doa dari masyarakat Aceh, terutama keluarga, agar Mauri segera sembuh dan bisa pulang ke Tanah Air untuk berkumpul bersama keluarga. 

#spc/gia





 
Top