JAKARTA -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,8 mengguncang Sumedang, Jawa Barat malam tadi. Gempa terasa hingga Subang.

Gempa terjadi di Sumedang, Jawa Barat, pada Minggu (31/12/2023) malam sekitar pukul 20.34 WIB. Warga sempat panik dan berhamburan keluar rumah.

BACA JUGA: Gempa M 4,8 Sumedang Rusak Puluhan Rumah, Info Awal 3 Warga Luka-luka

Dilansir detikJabar, guncangan gempa magnitudo 4,8 terasa kencang hingga membuat warga setempat berhamburan keluar rumah. Agus (55) salah satunya. Ia mengaku kaget oleh guncangan gempa ketiga yang dirasakannya.

"Gempa lebih terasa bahkan lampu dan gorden terlihat bergoyang," ungkapnya.

Saat gempa, Agus sedang beristirahat di kamarnya. Lantaran kaget, ia pun seketika berlari keluar rumah. "Kaget banget, tadi sedang tidur-tiduran tiba-tiba ada guncangan," ujarnya.

Hal senada dirasakan warga lainnya, yakni Anisa (35). Ia yang saat itu tengah menidurkan anaknya di kamar tidur seketika langsung beranjak ke luar rumah usai merasakan ada guncangan.

"Kaget banget, gempanya soalnya terasa banget, saya lagi ngelonin anak tiba-tiba ada guncangan, saya pun langsung boyong ketiga anak saya takutnya gempanya lama," paparnya.

3 Kali Gempa, 332 Pasien Diungsikan

Sumedang diguncang tiga kali gempa malam tadi. Gempa pertama berkekuatan M 4,1 gempa kedua berkekuatan M 3,4, dan gempa ketiga berkekuatan M 4,8.

Gempa bumi itu membuat 331 pasien RSUD Sumedang harus dievakuasi. Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan 331 pasien yang dievakuasi terdiri dari 248 pasien rawat inap dan 83 pasien IDG dievakuasi ke halaman gedung dan lima tenda yang ditempatkan di jalan raya.

"Sebanyak 331 pasien RSUD Sumedang yang terdiri dari 248 pasien rawat inap dan 83 pasien IDG dievakuasi ke halaman gedung dan lima tenda yang ditempatkan di jalan raya setelah terjadi gempa bumi M 4,8 pada hari Minggu (31/12/2023) pukul 20.34 WIB," kata Muhari dalam keterangannya dikutip Senin (1/1/2024).

Muhari menyampaikan ada tiga bangunan rumah sakit yang retak meliputi gedung Paviliun, VIP dan Sakura. Tim, katanya, terus menyisir titik lain untuk pengecekan lebih lanjut.

Sementara itu, kondisi di RS Pakuon dalam kondisi aman dan seluruh pasien tetap dievakuasi keluar gedung. BNPB juga mencatat ada 53 rumah rusak dan 200 warga dievakuasi ke lapangan terdekat di wilayah Babakan Hutip.

KEPINGIN Gabung Jadi Biro Perwakilan Media Online Sumatrazone di Wilayah Anda? Dapatkan Aneka Fasilitasnya! Hubungi Kami via WA: +6283181675398. SYARAT RINGAN, QUOTA TERBATAS!

"Tim gabungan saat ini sedang mendirikan tenda lapangan untuk menampung warga terdampak," ujarnya.

Dinding Cisumdawu Twin Tunnel Retak

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak kerusakan akibat gempa magnitudo (M) 4,8 di Sumedang.Gempa menyebabkan dinding Cisumdawu twin tunnel retak.

"Gempa bumi M 4,8 ini juga menyebabkan adanya sedikit keretakan dinding 'Cisumdawu Twin Tunnel' atau Terowongan Kembar Tol Cisumdawu. Pihak pengelola Tol Cisumdawu telah berada di lokasi untuk asesmen dan tindakan lainnya yang dianggap perlu. Atas keretakan itu dipastikan sementara tidak mengganggu lalu lintas dan kondisi masih aman terkendali," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis yang dikutip, Senin (1/1/2024).

 Retak

Gempa di Sumedang terjadi di malam tahun baru atau pada Minggu 31 Desember 2023 pukul 20.34 WIB. Gempa ini diawali oleh dua gempa bumi pembuka (foreshock) berkekuatan M 4.,1 yang terjadi pada pukul 14.35 WIB dan M 3,4 pada pukul 15.38 WIB.

"Hasil rekaman data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi yang pertama dengan kekuatan M 4.1 berpusat di 6.48 LS dan 107.93 BT pada kedalaman 10 kilometer. Gempa kedua berkekuatan M 3.4 pada kedalaman 6 kilometer berada di titik 6.84 LS dan 107.34 BT dan yang ketiga (main shoke) atau M 4.8 berdekatan dengan pusat gempabumi sebelumnya yakni di 6.85 LS dan 107.94 BT dengan kedalaman 5 kilometer," ujar Muhari.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, gempa bumi yang kedua (M 4,1) dirasakan cukup kuat oleh sebagian besar masyarakat Sumedang selama 2-3 detik. Guncangan itu membuat warga panik dan berhamburan keluar ruangan.

"Untuk gempa bumi M 4,8 saat ini tim BPBD masih di lapangan untuk melakukan kaji cepat situasi dan pendataan dampak kerusakan. Laporan visual yang sementara didapatkan terjadi kerusakan ringan hingga sedang di beberapa rumah dan sekolah khususnya di daerah Babakan Hurip, Sumedang," ujar Muhari.

Selain itu, gempa juga menyebabkan Rumah Sakit Umum Daerah Kecamatan Sumedang Selatan mengalami kerusakan ringan di bagian langit-langit dan keretakan dinding. Pihak Pemerintah Kabupaten Sumedang telah meminta agar seluruh pasien dan petugas RS keluar sementara dari gedung sebagai antisipasi hingga keadaan dapat dipastikan aman.

BACA JUGA: Ambon Diguncang Gempa M 7, 2, BMKG Imbau Waspadai Gempa Susulan!

"Para pasien dan petugas dievakuasi sementara untuk jaga-jaga hingga semua dipastikan aman," jelas Pj. Sekda Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati dalam keterangan singkat seperti dalam rilis BNPB.

Dipicu Sesar, Belum Terpetakan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Sumedang termasuk kawasan rawan gempa. BMKG mengungkap gempa bumi di Sumedang malam tadi dipicu sesar aktif yang belum terpetakan.

"Wilayah Sumedang merupakan kawasan rawan gempa karena lokasi yang berdekatan beberapa jalur sesar aktif seperti sesar lembang, sesar baribis, dan sesar aktif lainnya yang belum teridentifikasi dan terpetakan," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers di kanal YouTube BMKG, Senin (1/1/2024).

Dwikorita mengatakan gempa bumi di Sumedang tergolong gempa bumi dangkal. Hasil analisa menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike slip.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, yang dipicu aktivitas sesar aktif. namun, untuk hasil akhir lebih mendalam yang didukung oleh data lapangan. hasil analisis mekanisme menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," kata Dwikorita.

Dwikorita mengatakan BMKG sudah bergerak menenangkan warga yang terdampak gempa. Pihaknya akan melakukan kajian survei lapangan untuk memastikan penyebab gempa.

"Jadi saat ini tim kami BMKG sudah bergerak di lapangan terutama untuk menenangkan warga, kami selalu berkoordinasi dan kerja sama dengan pemda terutama dengan Pj bupati dan jajarannya, ujarnya.

"Juga untuk melakukan kajian survei lapangan untuk memastikan penyebab sesungguhnya apa. Hasil analisis sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser," imbuhnya.

#dtc/bin




 
Top