HANOI -- Seorang pencuri di Vietnam tak pernah mengira dirinya bakal mengalami nasib apes setelah berhasil membobol sebuah rumah. Sudahlah gagal menggondol barang berharga dari rumah yang dibobol , mimpi buruk yang  ia alami setelah itu justru menyisakan traumatik mendalam. Ia disandera hingga dipaksa melayani hasrat seksual sang empunya rumah, seorang janda yang ternyata juga ahli beladiri!

Dilansir dari media eva.vn, seorang pria disandera hingga dipaksa melayani hasrat seksual seorang janda setelah kepergok tengah mencuri di rumah janda yang ternyata juga seorang ahli beladiri. Kejadiannya pada awal September tahun lalu. Akibatnya pria itu mengaku dirinya trauma hingga depresi, dan melaporkan peristiwa traumatik yang menimpanya ke polisi.

Pria bernama Voung itu melaporkan seorang janda atas dugaan pelecehan seksual. Ia mengaku telah dilecehkan oleh seorang janda bernama Han. Namun saat diperiksa, Han selaku terlapor mengatakan jika Voung kepergok maling di rumahnya. Menurutnya persetubuhan itu dilakukan secara sukarela atas dasar mau sama mau. 

Han adalah janda yang cantik dan memiliki tubuh tinggi semampai.

Han memiliki ilmu bela diri yang cukup baik, bahkan ia bisa melindungi dirinya sendiri. Janda tersebut memiliki banyak penghargaan terkait ilmu bela dirinya.

Sayangnya kepribadian yang cepat marah dan impulsif, membuatnya tega menceraikan suaminya. Ia memilih untuk menjadi janda dan tinggal sendirian. 

Saat diperiksa polisi atas laporan Voung, Han menceritakan semua kejadian yang ada.

Kala itu, Han mendatangi sebuah pesta ulang tahun temannya di restoran.

Dia bersenang-senang bersama teman-temannya. Bahkan Han juga minum terlalu banyak saat itu. Setelah itu Han memutuskan untuk pulang ke rumah dalam keadaan mabuk.

Saat badannya terhuyung-huyung masuk ke dalam rumah, Han terkejut melihat pintu rumahnya dalam keadaan terbuka.

Karena ia hanya tinggal sendirian di rumah, Han langsung berpikir ada sesuatu yang tidak biasa.

Kemudian, saat masuk ruang tamu, Han memperhatikan beberapa perabotan di dalam rumah ada yang berubah.

Pikiran pertama yang terlintas di benaknya adalah ada pencuri di dalam rumah.

Han tak panik dan menarik napas dalam-dalam. Dengan lembut ia berjalan ke kamar tidur. Ia memang mendengar suara aneh dari luar kamarnya.

Akhirnya, ketika menyalakan lampu, ia terkejut melihat seorang pencuri mengobrak-abrik dan mengambil perhiasan berharga dari meja riasnya.

Tanpa basa-basi Han langsung mengamankan pencuri tersebut. Han mengatakan jika pencuri bernama Voung pun tak kalah paniknya. Ia langsung berusaha melarikan diri. 

Voung menilai wanita berusia 47 tahun ini bukanlah lawan sepadan baginya. 

Sebagai ahli bela diri, Han hanya membutuhkan beberapa jurus saja untuk membuat Voung terjatuh dan meringis kesakitan.

Lantaran ini pengalaman pertamanya mencuri dan bertemu dengan pemilik rumah yang begitu galak dan menakutkan, Vuong mau tidak mau syok dan segera berlutut.

Bahkan Voung juga langsung memohon agar tak digebuki atau dilaporkan polisi. “Kak, aku salah, aku tidak akan pernah mencuri lagi, tolong ya kak?, Tolong izinkan aku pergi”, pinta Voung kala itu.

Awalnya, Han bermaksud menyerahkan Voung kepada polisi.

Namun, setelah melihat penampilan Voung, Han merasa terpana. Wanita itu langsung berubah pikiran dan melepaskan tali yang ia ikat ke pelaku.

Meski melakukan pekerjaan yang salah, Voung memiliki penampilan yang cukup tampan dan terpelajar.

Sebagai seorang wanita yang sudah lama melajang, Han jujur ke polisi bahwa ia sangat membutuhkan seks.

Apalagi saat itu ia dalam keadaan mabuk. Han langsung melancarkan hasrat seksualnya kepada Voung.

Dengan bahasa basa-basi, Han mempertanyakan apakah Voung memiliki pacar. “Apakah kamu punya pacar?”. Jawaban Voung kala itu, "tidak kak".  

Setelah itu, Han berpura-pura menunjukkan belas kasihan dan bertanya pada Voyng mengapa dia melakukan pekerjaan tak terpuji? Mengapa mencuri?

Sejujurnya Voung mengatakan bahwa latar belakang keluarganya sangat sulit, dan dia tidak memiliki pendidikan, sehingga dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan tetap, Oleh sebab itu mau tak mau dia harus mencuri.

Mendengar itu, Han langsung memberikan tawaran yang tidak terduga.

Han meminta Voung memenuhi hasrat seksualnya dan ia akan memberinya upah. “Saya memberikan uang ini kepada Anda, tetapi Anda harus memberikan hal terpenting Anda kepada saya.” sambungnya.

Begitu selesai berbicara, Han langsung mencium bibir Voung. Bahkan tanpa basa-basi Han memaksa Voung tidur bersama untuk “berhubungan seks”. 

Kekuatan fisik Voung kalah jauh dibanding Han. Merasakan keganasan Han di ranjang, Voung bahkan sempat menangis dan memohon ampun, namun nyatanya justru gagal.

Pada akhirnya, Voung pasrah digagahi Han. Setelah selesai melakukan hubungan intim, Han melepaskan Voung seperti yang dijanjikan. Sang pencuri ia beli imbalan sejumlah uang.

Pengalaman mengerikan malam itu telah menjadi bekas luka yang tak terhapuskan di benak Voung. Ia merasa harga dirinya diinjak-injak, dipermalukan dan tidak berdaya.

Jadi dia memutuskan untuk melaporkannya ke polisi, karena tahu betul bahwa sekali dia melaporkannya, rasa bersalahnya tidak bisa dihindari.

Pada jam 3 pagi, Voung pergi ke kantor polisi untuk menceritakan kejadian yang ada.

“Kamerad polisi, saya tahu saya salah, Saya pergi mencuri tetapi sayalah korbannya” beber Voung.

Setelah itu, polisi memanggil Han untuk memberikan kesaksian.

Han dituduh melakukan pemerkosaan terhadap  Voung. Mendengar hal tersebut Han menjadi marah dan menegaskan bahwa dia tidak melakukan kesalahan apa pun.

“Dia dan saya sama-sama setuju, kami berdua. Karena murka, Han langsung menceritakan jika Voung adalah pencuri yang masuk rumahnya.

Pada akhirnya, Voung harus membayar harga atas pencurian tersebut.

Han juga harus menerima hukuman yang pantas atas kekerasan seksual.

###




 
Top