COBA lihat dinding di sekitarmu. Ada rak yang terpasang rapi, cermin yang tidak jatuh, atau lampu yang berdiri tegak. Di balik semua itu, ada seorang pria dari Jerman yang namanya hampir tidak pernah disebut di buku pelajaran manapun.

Namanya Artur Fischer. Dan kemungkinan besar, karyanya sudah ada di rumahmu sekarang.

Fischer lahir pada 31 Desember 1919 di desa Tumlingen, Jerman. Ia bukan ilmuwan dari universitas bergengsi. Ia adalah seorang tukang kunci, seorang pengutak-atik obsesif yang tidak bisa berhenti mencari solusi dari masalah sehari-hari. 

Kisahnya dimulai dari sebuah frustrasi kecil yang mungkin pernah kamu rasakan juga. Pada tahun 1947, Fischer ingin memotret putri kecilnya yang baru lahir di dalam rumah. Masalahnya, saat itu satu-satunya cara untuk memotret di dalam ruangan adalah menggunakan flash bubuk yang harus dinyalakan dengan tali. Cara itu berbahaya, dan hasilnya pun buruk karena subjek foto nyaris selalu mengejapkan mata tepat saat kilatan terjadi. 

Fischer pun menciptakan mekanisme sinkronisasi yang memicu lampu kilat tepat bersamaan dengan saat rana kamera terbuka, menggantikan teknik flash magnesium yang berbahaya itu. Paten pertamanya untuk sistem flash sinkronisasi ini terdaftar pada tahun 1949. Ide ini kemudian ia jual kepada raksasa fotografi Agfa, dan dari situlah karier penemuan selama 70 tahun dimulai. 

Tapi penemuan yang benar-benar mengubah dunia datang sembilan tahun kemudian. Pada 1958, Fischer menemukan pasak dinding dari plastik, sebuah tabung kecil yang mengembang saat sekrup dimasukkan ke dalamnya, sehingga sekrup bisa menancap kuat di dinding beton atau material rapuh yang sebelumnya tidak mampu menopang beban. Ini adalah lompatan besar dari pasak logam berisi rami yang digunakan sebelumnya.

Hasilnya? Hingga hari ini, sekitar 14 juta pasak Fischer diproduksi setiap hari di seluruh penjuru dunia. Saking pentingnya temuan ini, majalah Der Spiegel pernah menulis: "Apa yang Bill Gates lakukan untuk komputer pribadi, itulah yang Artur Fischer lakukan untuk dunia perbaikan rumah." 

Fischer tidak berhenti di situ. Ia juga merancang kit konstruksi mainan Fischertechnik, tempat cangkir dengan tutup yang bisa ditarik, hingga material tanah liat bermain yang bisa dimakan, terbuat dari tepung kentang. Prinsip pasak dindingnya bahkan ia terapkan untuk dunia medis, dengan menciptakan pasak bedah untuk menyatukan tulang yang patah.

Sepanjang hidupnya, Fischer mengumpulkan lebih dari 1.100 paten, melampaui Thomas Edison yang tercatat memiliki 1.093 paten. Namun tidak seperti Edison, namanya hampir tidak dikenal oleh masyarakat umum di luar Jerman.

Artur Fischer meninggal dunia pada 27 Januari 2016 di rumahnya di Waldachtal, Jerman barat daya, dalam usia 96 tahun. Setahun sebelum kepergiannya, European Patent Office menganugerahinya penghargaan lifetime achievement pada upacara European Inventor Award 2014 di Berlin. 

Warisan Fischer mengajarkan kita satu hal yang tidak selalu diajarkan di sekolah: penemuan terbesar tidak selalu yang paling mencolok. Kadang, ia hanya sebuah benda plastik kecil yang tersembunyi di balik dinding, bekerja diam-diam setiap hari, menopang segala sesuatu yang kita tempel dan gantungkan dalam hidup kita.

#red/bin







 
Top