JAMBI -- Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) bakal melaporkan balik Wali Kota Jambi Syarif Fasha karena dinilai melanggar hak anak. Laporan Komnas PA itu bakal dilayangkan buntut langkah Pemkot Jambi yang telah mempolisikan pelajar SMP berinisial SFA beberapa waktu lalu meski kini telah berdamai.

"Komnas Perlindungan Anak bakal melapor balik Wali Kota Jambi. Karena apa? Karena melanggar hak anak itu. Masa anak yang dilawan?" kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait dalam pertemuan di Jambi, Selasa (13/6/2023).

Bagi Arist Merdeka Sirait, tindakan melaporkan anak itu dianggap telah melanggar hak anak dalam bersuara. Apalagi pelaporan itu disampaikan menyikapi kritikan siswi SMP ke pemerintah atas upaya memperjuangkan rumah neneknya yang rusak dampak perusahaan asing.

"Harusnya kan kalau orang tua katakanlah yang tak tahu hak anak sekalipun, panggil ke rumah, panggil orang tuanya, nasihati, sampaikan ke anak kalau menurut Wali Kota bahasa anak itu tidak patut dan tidak santun. Jadi atas kepastian itulah saya mendukung bahwa ini merupakan hak anak yang harus dihargai semua pihak," ujar Merdeka Sirait.

Arist menambahkan, keluarga serta SFA saat ini dalam kondisi trauma. Kondisi ini diketahui Komnas PA saat berkunjung ke rumah SFA siswi SMP di Jambi. Hal itulah yang membuat Komnas PA mewanti-wanti Wali Kota Jambi Syarif Fasha.

"Tadi saya sudah katakan bahwa SFA dan keluarganya akibat dari kasus ini adalah membuat trauma, maka keluarga itu bisa balik menggugat. Hati-hati, Pak Wali Kota," sebut Merdeka Sirait.

Ketua Komnas PA ini juga mengatakan, persoalan itu bukan bentuk suka atau tidak suka terhadap Pemkot Jambi, melainkan supaya pendapat dan hak-hak anak di seluruh Indonesia bisa didengar. Jangan sampai kasus serupa kembali terjadi di daerah lain.

"Di setiap kabupaten/kota, ada kebijakan mengundang anak-anak di musrenbang (musyawarah rencana pembangunan). Di musrenbang itu adalah mendengarkan aspirasi untuk pembangunan kabupaten-kota di negara ini. Ada forum anak. Jadi saya kira apa yang disampaikan SFA tadi adalah bagian hak anak untuk mengeluarkan pendapatnya," ucap Arist.

Terlepas dari rencana pelaporan balik itu, Arist juga meminta Wali Kota Syarif Fasha segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada SFA. Mereka berharap permintaan maaf itu bisa disampaikan dalam waktu 2x24 jam sejak Selasa (13/6/2023).

"Komnas PA juga sudah sampaikan ke keluarga SFA jika butuh pelaporan kami siap mendampingi, termasuk meminta kepada Wali Kota Jambi untuk segera mungkin minta maaf 2x24 jam," lanjut Arist.

Syarifah Fadiyah Alkaff atau SFA adalah siswi SMP Jambi yang viral setelah Syarifah Fadiyah Alkaff dilaporkan Pemkot Jambi.

Diketahui Syarifah Fadiyah Alkaff dengan lantang melawan Pemkot Jambi dan perusahaan China imbas pengrusakan rumah neneknya.

Kasus siswi SMP Jambi Syarifah Fadiyah Alkaff yang mengkritik Wali Kota Jambi Syarif Fasha soal kerjasama Pemkot Jambi dan perusahaan China yang proyeknya merugikan rakyat masih belum menyentuh hal yang substansial.

Meski laporan polisi atas siswi SMP Jambi Syarifah Fadiyah Alkaff yang mengkritik Pemkot Jambi telah dicabut, namun inti masalah dan tuntutan Syarifah belum dipenuhi Pemkot Jambi.

Syarifah sebelumnya mengkritik dan meminta agar perusahaan China yang bekerja sama dengan Pemkot Jambi bertanggung jawab atas kerusakan rumah neneknya Hafsah yang merupakan pejuang veteran.

Kritikan Syarifah Fadiyah, kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus bergulir meskipun laporan yang diajukan telah dicabut.

Di sisi lain Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengungkapkan bahwa keluarga Syarifah Fadiyah Alkaff meminta nilai ganti rugi atas kerusakan rumah nenek Hafsah dengan nilai tak masuk akal yakni Rp 1,3 miliar. Lalu benarkah seperti itu? 

Untuk merunut kasus ini, akun Twitter @PartaiSocmed membongkar fakta bahwa Pemkot Jambi melalui Wali Kota Jambi Syarif Pasha menjebak keluarga Syarifah Fadiyah Alkaff sehingga angka Rp 1,3 miliar untuk ganti rugi muncul.

Angka itu juga digunakan Pemkot Jambi sebagai fitnah bahwa keluarga Syarifah meminta besaran ganti rugi sebesar itu. Padahal tidak.

Selain itu terungkap juga bahwa Syarifah sudah cukup lama 'diincar' Pemkot Jambi untuk dipolisikan karena semua tuntutan dan kritikannya.

#jex/tik







 
Top