PADANG – Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang, Muhidi berencana akan melakukan pemanggilan terhadap Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang dan pihak sekolah terkait dugaan pelecehan seksual atas 6 orang siswi SD Baiturrahmah Padang. 

“Kami DPRD Padang tidak mentolelir pelecehan seksual terjadi. Oleh karena itu, kami akan mengagendakan pemanggilan terhadap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang beserta sekolah untuk mempertanyakan kasus ini,” tegas Muhidi di hadapan awak media, Jumat (20/10/2023).

Dalam pertemuan nanti, Komisi IV DPRD Padang akan meminta keseriusan Pemko Padang dalam mengusut kasus ini sampai tuntas dan melakukan pembinaan terhadap sekolah.

Muhidi pun meminta pihak kepolisian untuk dapat menuntaskan kasus pelecehan yang menimpa 6 orang siswi SD Baiturrahmah ini.

“Kami dari DPRD meminta pihak kepolisian untuk dapat menuntaskan kasus pelecehan seksual ini. Selain itu, kami berharap hukum dapat menjerat pelaku dengan hukuman seadil – adilnya,” ujarnya.

Sebelumnya, dikabarkan para korban pelecehan seksual pada saat ini mengalami traumatis atas kejadian yang menimpa mereka. 

Selain itu saat ini korban bertambah dengan jumlah sebanyak enam orang siswi.

Dimana empat orang mengalami pelecehan seksual verbal dan dua orang mengalami pelecehan fisik. 

Dilaporkan Pihak Sekolah

Sebelumnya, Polresta Padang menjadwalkan pemanggilan terhadap Y,  oknum pimpinan yayasan yang menaungi SD Baiturrahmah. Ia dilaporkan pihak SD Baiturrahmah ke polisi atas dugaan  pelecehan seksual terhadap sejumlah siswi di SD tersebut. 

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Dedy Ardiansyah Putra mengatakan, pemanggilan klarifikasi terhadap terlapor yang diketahui pernah menjadi petinggi Ombudsman Sumbar itu dijadwalkan dilakukan pada hari Rabu (18/10/2023) lalu. 

“Iya, hari ini kami jadwalkan pemanggilan (permintaan keterangan) terhadap terlapor,” ujar Kompol Dedy Ardiansyah Putra saat dikonfirmasi awak media via WhatsApp. 

Meski memastikan bahwa kasus dugaan pelecehan seksual ini akan tetap berlanjut, namun Kasat Reskrim mengaku belum bisa memastikan pemanggilan terlapor akan dilakukan jam berapa dan dimana lokasi permintaan keterangan.

“Yang jelas kami minta keterangannya, rencana hari ini. Hari ini kami mau datangi pelaku sekaligus meminta keterangannya,” katanya.

Ia menambahkan, sesuai keterangan pelapor, kasus dugaan pelecehan seksual ini, diperkirakan terjadi sekitar bulan bulan Agustus 2023 lalu. Usai mendapatkan laporan, Polresta Padang langsung melakukan penyelidikan. 

Dari hasil penyelidikan polisi, siswi SD yang diduga telah menjadi korban, hingga Rabu (18/10/2023) diperkirakan berjumlah empat orang. Meski begitu, polisi baru melakukan pemeriksaan terhadap satu orang korban. 

“Saksi korban yang diperiksa baru satu orang, korban ada empat. Dua pelecehan secara fisik, dua secara verbal,” pungkasnya.

Oknum pengurus yayasan SD Baiturrahmah inisial Y dilaporkan ke polisi lantaran diduga melakukan aksi pelecehan seksual secara fisik dan verbal kepada sejumlah siswi.

Aksi bejat yang memalukan dunia pendidikan Sumatra Barat itu, pertama kali terungkap usai video pengakuan siswa yang menjadi korban viral di dunia maya sejak Senin (16/10/2023) lalu.

Dalam video itu, seorang siswa SD mengaku bahwa dirinya ditanyai pertanyaan-pertanyaan tabu yang menjurus mesum dengan dalih pembelajaran pendewasaan oleh salah seorang pengurus yayasan berinisial Y.

“Kata pak Y, apakah sudah pernah melihat mama sama papa main?. Saya bilang tidak tahu. Kemudian dia tanya lagi, apakah pernah liat mama sama papa ciuman? Kalau pernah itu tanda-tanda mau main,” ucap seorang siswi dalam video pengakuan yang  beredar. 

Berdasarkan informasi yang beredar, kasus pelecehan seksual ini, diduga terjadi di lingkungan SD Baiturrahmah Kota Padang. 

Namun begitu. Kepala SD Baiturrahmah, Dores Okta Feri mengaku bahwa dirinya masih belum bisa berkomentar banyak terkait kejadian ini lantaran proses hukum sedang berjalan. 

“Saya belum bisa jelaskan, karena ini kasus belum jelas, jangan-jangan laporan kami ditolak, nanti jatuhnya pencemaran nama baik kan?, nanti kalau statusnya sudah jelas, baru kami komentar, ini kan belum,” ucapnya via seluler usai gagal ditemui secara langsung oleh awak media di sekolah tersebut. 

#hln/sz2





 
Top