Oleh M Syahran W Lubis
| Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026). IG syahranlubis02


PIALA Dunia 2026 ternyata bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga soal takdir. Bagi seorang muslim, percaya terhadap takdir Allah hukumnya wajib, dan Piala Dunia kali ini benar-benar memperlihatkan terang benderang ketentuan bernama takdir.

Ada Spanyol, tim favorit juara, yang menemui jalan buntu untuk menjebol gawang Cape Verde meskipun berulang kali bola seperti tinggal nyelonong masuk gawang.

Kenyataannya, penjaga gawang tim debutan itu, Vozinha, yang sehari-hari sebenarnya berprofesi sebagai tukang listrik, mampu sedikitnya tujuh kali membuat penyelamatan yang nyaris tidak masuk akal. Gerakan-gerakannya sama sekali tidak menggambarkan bahwa dia berulang tahun ke-40 pada 3 Juni lalu.

Gerakannya ketika membuat penyelamatan mengingatkan sejarah hebat ketika pada Piala Dunia 1970 kiper Inggris Gordon Banks membuat penyelamatan luar biasa di sudut gawang tiang kanan dari sundulan kepala bintang Brasil Pele ketika penonton berpikir gol segera tercipta.

Hebatnya, Vozinha melakukan hal itu berulang kali. Uniknya lagi, kehadiran takdir makin tampak saat kiper bernama asli Josimar Jose Evora Dias itu gagal menggapai bola yang dihantam keras penyerang Spanyol dari jarak dekat, si kulit bundar pun tetap menolak masuk gawang dan hanya membentur mistar, sehingga skor akhir 0–0.

Begitu juga takdir Portugal dengan Cristiano Ronaldo-nya di hadapan Republik Demokratik Kongo. Hasil akhir, RD Kongo, yang sempat masuk putaran final Piala Dunia 1974 ketika masih bernama Zaire, mampu menahan imbang Portugal 1–1.

Sedikit catatan tambahan, negara RD Kongo yang beribu kota di Kinshasa ini berbeda dengan Republik Kongo, yang beribu kota di Brazzaville. Kongo-Brazzaville, begitu kerap kali disebut, belum pernah lolos ke putaran final Piala Dunia. Kedua negara bertetangga, hanya dipisahkan oleh Sungai Kongo.

Balik ke takdir. Takdir juga diberi kesempatan oleh Tuhan Yang Mahakuasa untuk memberi pelajaran bahwa skill bersepak bola yang hebat dan mendominasi lawan bukan di atas segalanya dalam menentukan hasil akhir.


Dalam pertandingan pada 20 Juni pagi WIB Turki berulang kali hampir menjebol gawang Paraguai, tapi satu gol hasil tendangan dari luar kotak penalti di detik ke-60 alias menit pertama cukup untuk membawa negara Amerika Selatan itu memetik 3 poin.

Selepas gol itu, sepanjang pertandingan, tidak kurang dari delapan kali Turki hampir membuat gol balasan, tapi bola hanya menghantam mistar gawang atau tipis meleset di kiri atau kanan gawang Paraguai.

Turki memang masih berpeluang lolos ke 32 besar, tetapi harus menaklukkan tuan rumah Amerika Serikat dalam pertandingan terakhir fase grup, cukup selisih satu gol, dan pada saat bersamaan Australia mengalahkan Paraguay, juga cukup satu gol. Jika itu terjadi, Turki menempati posisi ketiga Grup D karena unggul selisih gol atas Paraguai.

Dalam hal ini, harus dipahami bahwa FIFA tidak memberlakukan ketentuan head-to-head dalam menentukan peringkat di klasemen Piala Dunia 2026. Ketentuan itu terakhir diterapkan FIFA pada Piala Dunia 2014.

Jika Turki dan Australia menang pun, Turki belum pasti lolos, karena masih harus beradu poin atau selisih gol dengan 11 tim peringkat ketiga grup-grup lainnya. Hanya delapan dari 12 tim peringkat ketiga yang ikut lolos ke fase knock out bersama juara dan runner-up setiap grup.

Sekarang, sebagai sesama warga Asia, mari berharap takdir baik juga menaungi tim-tim wakil Asia.

Masih ada Arab Saudi, Korea Selatan, Jepang, Uzbekistan, dan Iran harapan dari Asia setelah Qatar dihajar habis Kanada 0–6, sedangkan Yordania dan Irak, hitungan di atas kertas, sulit bersaing untuk lolos ke 32 besar.

Pertandingan wakil Asia terdekat, besok 21 Juni WIB mulai pk. 11.00 Jepang jumpa Tunisia dan pk. 23.00 WIB Arab Saudi meladeni Spanyol.

Di pertandingan pertama, Jepang mampu mengimbangi tim favorit Belanda 2–2, sedangkan Arab Saudi imbang 1–1 melawan juara dunia dua kali Uruguai. Semoga takdir memihak Asia. (*)





 
Top