DARI sebuah jorong kecil di lereng Ngarai Sianok bernama Lambah, lahir seorang pemimpin yang mengubah kerinduan perantau menjadi kekuatan kolektif untuk membangun kampung halaman. Ir. Firdaus Hasan Basri, yang akrab disapa Firdaus HB, adalah sosok visioner, pengusaha sukses, dan pemersatu yang dikenal dengan semangat maimbau—mengajak dan menggerakkan—masyarakat Minangkabau di ranah dan rantau. Sebagai Ketua Forum Minang Maimbau (FMM), ia membuktikan bahwa silaturahim bukan sekadar basa-basi, melainkan fondasi aksi nyata bagi kemajuan Sumatera Barat.
Ir. Firdaus Hasan Basri berasal dari Jorong Lambah, Kenagarian VI Suku, Kecamatan Ampek (IV) Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ia lahir di Bukittinggi sebagai putra pasangan perantau Minangkabau yang tangguh. Kiprahnya di perantauan dimulai dari Surabaya dan Jawa Timur, tempat ia aktif membangun jaringan saudagar dan perantau Minang.
Pendidikan teknik yang disandangnya (Ir.) membekali Firdaus dengan disiplin berpikir dan visi strategis. Ia sukses di dunia usaha, menjadi Presiden Direktur PT Grahamas Citrawisata Tbk serta terlibat dalam berbagai proyek ekonomi, termasuk pengelolaan aset pariwisata. Kariernya sebagai pengusaha berpadu dengan kepemimpinan organisasi. Ia pernah menjabat Ketua Gebu Minang Jawa Timur, aktif dalam Forum Silaturahim Saudagar Minang, dan kini memimpin Forum Minang Maimbau.
Perjalanan hidup Firdaus HB penuh dedikasi dalam membangun jembatan antara ranah dan rantau. Di Jawa Timur, ia memimpin berbagai gerakan ekonomi dan budaya Minang, membangun Rumah Gadang, serta memperkuat tali silaturahim perantau. Forum Minang Maimbau yang digagasnya—berawal dari sebuah grup WhatsApp—berkembang menjadi wadah inspiratif yang berhasil mendorong pengembangan kawasan wisata Mandeh dan melahirkan berbagai gerakan positif untuk mengangkat citra Sumatera Barat.
Dalam berbagai kesempatan, Firdaus HB juga kerap menjadi moderator diskusi strategis yang menghadirkan pemangku kepentingan penting, mulai dari Gubernur Sumbar, kepala BPN, hingga tokoh-tokoh nasional. Baginya, dialog dan kolaborasi adalah kunci lahirnya solusi bagi berbagai persoalan daerah.
Koneksi Firdaus HB bahkan melampaui batas negara. Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, pernah mengundangnya secara khusus bersama sang istri, Dian Novalinda, untuk berbuka puasa di Putrajaya. Mereka menjadi satu-satunya keluarga dari Indonesia yang hadir dalam acara tersebut. Di dalam negeri, ia aktif mendukung Musyawarah Akbar Masyarakat Minangkabau Ranah dan Rantau Berbasis Nagari serta mendorong sinergi ekonomi di Ampek Koto bersama berbagai tokoh Minang, termasuk Irman Gusman.
Hingga kini, Firdaus HB terus menggerakkan berbagai inisiatif pembangunan berbasis nagari dan pengembangan potensi wisata Ngarai Sianok beserta kawasan sekitarnya. Ia meyakini bahwa perantau merupakan aset strategis yang harus diberdayakan untuk membangun kampung halaman. Melalui semangat kolaborasi dan silaturahim, ia mendorong terwujudnya visi “Minangkabau Emas 2045” yang lahir dari ide-ide besar dan aksi nyata.
Karakternya yang rendah hati, visioner, serta penuh semangat persatuan menjadikannya teladan bagi generasi muda Minangkabau. Ia menunjukkan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Apa yang bisa kita lakukan bersama untuk mewujudkan mimpi pembangunan Ranah Minang yang lebih gemilang? Bagaimana pengalaman silaturahim atau kontribusi Anda sebagai perantau maupun anak nagari dapat menginspirasi gerakan serupa? Bagikan cerita dan gagasan Anda di kolom komentar untuk saling menguatkan dan membangun masa depan Minangkabau yang lebih baik.
Artikel ini disusun berdasarkan berbagai sumber terpercaya, termasuk Parlementaria.com, SumbarFokus.com, Tribun Sumbar, Harian Indonesia, serta laporan kegiatan resmi Forum Minang Maimbau.
#wkp/ede


