SIAPA yang tidak kenal dengan jargon "Pacah Paruik"? Bagi penikmat komedi tanah air, sosok Praz Teguh kini telah menjadi ikon kreativitas yang tak terpisahkan dari tren masa kini. Lahir dan besar di Padang, ia sukses membuktikan bahwa dialek dan budaya Minangkabau memiliki tempat istimewa di hati pemirsa nasional melalui slogannya yang terkenal, "Minangkan Indonesia!".

Titik Awal: Melawan Arus demi Passion

Lahir dari keluarga pendidik—ayahnya adalah Rektor Institut Teknologi Padang (ITP) pada saat ia tampil memukau pubkik—perjalanan Praz tidak selalu mulus. Ia sempat mengalami masa-masa sulit di sekolah hingga memutuskan mengundurkan diri dari kuliah demi mengejar kecintaan pada dunia komedi. Meski sempat mendapat pertentangan keluarga, ia memulai langkah dari bawah sebagai pembuka tur komedi pada tahun 2012. Tekadnya bulat: menjadikan hobi sebagai pekerjaan yang menghidupi.

Titik Balik: Momen "Anak Callback" dan Ledakan Digital

Momen titik balik dalam kariernya terjadi saat ia mengikuti ajang Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim keempat. Ia mencatatkan sejarah sebagai kontestan pertama yang berhasil kembali ke kompetisi melalui babak callback, yang membuatnya dijuluki "Anak Callback". Keberanian beliau tidak berhenti di panggung stand up. Ia bertransformasi menjadi kreator konten melalui kanal "Pacah Paruik" hingga akhirnya meledak sebagai podcaster populer di program PWK dan kolaborasi bersama Deddy Corbuzier. Keunikan cara bicara dan pembawaannya yang ekspresif membuat setiap kontennya ditonton jutaan kali.

Kondisi Saat Ini

Kini, di usia 34 tahun, Praz Teguh telah menjadi sosok multitalenta. Tidak hanya sebagai pelawak dan podcaster nomor satu, ia juga mengepakkan sayap menjadi vokalis band Closehead dan merintis usaha kuliner "Warung Taburai" di Jakarta untuk melestarikan resep bumbu khas almarhumah ibundanya. Di tengah kesibukannya, ia tetap menjadi sosok ayah yang hangat bagi kedua putranya dan terus konsisten mempromosikan budaya Sumatera Barat kepada dunia melalui media kreatif.

Kisah Praz Teguh mengajarkan kita bahwa kejujuran pada diri sendiri dan keberanian membawa jati diri asal adalah kunci untuk bersinar di tengah ketatnya persaingan.

#wkp/ede





 
Top