DARI mimpi menjadi prajurit yang gagal, hingga menjadi pemimpin distributor ban dan oli terkemuka di Sumatra—itulah perjalanan Zulheri Rani. Kisahnya membuktikan bahwa kegagalan bukan akhir, melainkan pintu menuju kesuksesan yang lebih besar, selama kita tetap gigih, adaptif, dan berani pulang ke akar untuk membangun warisan.
Zulheri Rani, SE, MPA, lahir pada 11 Desember 1975 di Pariaman, Sumatera Barat. Putra dari pasangan H. Rani Ismael (direktur PT Suka Fajar Group) dan Hj. Syamsidar ini akrab dipanggil Ayi. Ia menamatkan pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Padang. Bermimpi menjadi anggota ABRI, ia sempat mengikuti tes AKABRI, namun gagal. Alih-alih menyerah, Zulheri memilih merantau ke Jakarta untuk menekuni dunia pemasaran.
Pada 1994, ia kuliah Manajemen di Universitas Pancasila dan meraih gelar sarjana pada 1999. Karier profesionalnya dimulai di HSBC di Jakarta. Tahun 2004, ia pindah ke Malaysia, bergabung dengan Citi Trade Services (Sdn) Bhd di Penang sebagai Asisten Manager. Sambil bekerja, ia melanjutkan pendidikan S-2 Administrasi Publik di Universiti Sains Malaysia. Delapan tahun di negeri tetangga membentuk wawasan internasionalnya yang luas.
Pada 2012, Zulheri memutuskan pulang ke kampung halaman. Sejak Agustus tahun itu, ia dipercaya menjabat General Manager PT Karya Suka Abadi (KSA), perusahaan yang memegang hak distribusi ban Goodyear dan oli Total untuk wilayah Sumatra. Di bawah kepemimpinannya, PT KSA mencatat prestasi gemilang, meraih penghargaan "Best Performance Consumer" dari Goodyear Indonesia pada 2017 dan 2018. Ia juga aktif di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sebagai Wakil Ketua Kadin Kota Padang.
Hingga kini (2026), Zulheri Rani terus mengembangkan bisnis otomotifnya sambil berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah asalnya. Ia menikah dengan Yulie Widiasari dan tetap dikenal sebagai pengusaha visioner yang menggabungkan pengalaman global dengan semangat lokal Minangkabau.
Kunci kesuksesan Zulheri Rani terletak pada ketangguhan menghadapi kegagalan, keberanian merantau untuk belajar, komitmen pulang membangun daerah, serta kemampuan memimpin tim dengan visi jangka panjang. Kisahnya menginspirasi generasi muda: sukses bukan soal dari mana kita mulai, melainkan seberapa jauh kita mau belajar dan bertahan.
#berbagai sumber

