DI PANGGUNG sains, teknologi dan inovasi global, nama Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.M., M.Sc. adalah representasi nyata dari kecerdasan, ketangguhan dan kepemimpinan srikandi Indonesia. Ilmuwan teknologi informasi terkemuka ini lahir pada 7 Juli 1970 di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Lahir di kota berhawa sejuk yang kaya akan sejarah di Ranah Minang, putri dari pasangan Mursyid AM. dan Azizah Etek ini tumbuh dengan mobilitas yang tinggi. Ia menghabiskan masa kecilnya menjelajahi berbagai kota, mulai dari Jakarta, Manado, Mataram, hingga menyeberang ke Darwin, Australia. 

Pengalaman masa kecil yang dinamis dan kosmopolitan tersebut berhasil membentuk mentalitas tangguh, adaptif, serta berwawasan internasional dalam dirinya. Nilai-nilai inilah yang di kemudian hari menuntunnya tumbuh menjadi kreator sistem pemeringkatan universitas hijau sedunia pertama yang sangat disegani, yakni UI GreenMetric.

Pemegang Rekor Guru Besar Perempuan Termuda Universitas Indonesia (UI)

Langkah akademis Prof. Riri di dunia teknik terbilang sangat luar biasa dan melesat cepat. Usai meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Indonesia (UI) dan Magister Manajemen Sumber Daya Manusia dari Universitas Atma Jaya Jakarta, ia memantapkan tekad untuk mendalami dunia teknologi informasi ke luar negeri. Berkat kecerdasannya, ia terbang ke Inggris setelah memenangkan beasiswa bergengsi Chevening Award dari British Council.

Di tanah Britania, ia sukses merampungkan gelar Master of Science (M.Sc.) di bidang Software System and Parallel Processing dari Department of Computer Science, University of Sheffield pada tahun 1997. Langkah ilmiahnya berlanjut ke School of Computing, University of Leeds, Inggris. Di sana, ia berhasil mempertahankan disertasi doktoralnya yang membedah riset mutakhir mengenai Protokol Penanganan Kemacetan berbasis Jaringan Aktif, sekaligus berhak menyandang gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) pada tahun 2001.

Sepulang ke tanah air, Prof. Riri menghidupkan iklim penelitian di laboratorium dengan membimbing jumlah mahasiswa S2 dan S3 yang termasuk terbanyak di Fakultas Teknik UI. Berbekal produktivitas riset dan publikasi ilmiah internasional yang masif, tepat pada 1 Mei 2009, ia dikukuhkan sebagai Profesor bidang Teknik Komputer di Departemen Teknik Elektro FTUI. Gelar tertinggi itu diraihnya pada usia 39 tahun—sebuah pencapaian langka yang resmi mencatatkan namanya sebagai pemegang rekor Guru Besar perempuan termuda dalam sejarah Universitas Indonesia.

Arsitek Utama "UI GreenMetric" yang Menjadi Kiblat Dunia

Pengaruh Prof. Riri kian mengguncang dunia internasional saat ia menginisiasi dan menjabat sebagai Ketua UI GreenMetric World University Rankings sejak tahun 2010. Ini adalah sebuah gebrakan visioner berupa sistem pemeringkatan kampus hijau pertama di dunia yang berfokus pada isu lingkungan dan keberlanjutan (sustainability).

Di bawah komandonya, UI GreenMetric bertransformasi menjadi flagship global yang mengelola Big Data lingkungan dari 900 lebih universitas yang tersebar di 84 negara. Hebatnya, makalah dan indikator UI GreenMetric kini telah dicitasi oleh lebih dari 100 jurnal internasional bereputasi di bidang cleaner production. 

Tak berhenti di tingkat pendidikan tinggi, pada tahun 2022 ia memperluas cakupan inisiatifnya dengan meluncurkan UI GreenCityMetric untuk menilai indeks keberlanjutan kota dan kabupaten di Indonesia, serta indeks UI BlueMetric untuk mengevaluasi kebersihan wilayah pesisir pantai.

Berkat dedikasi dan keahliannya yang diakui dunia, Prof. Riri dipilih menjadi Senior Member dari Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE). Kehormatan elit ini sangat bergengsi karena hanya dipegang oleh 8% insinyur teknik elektro di seluruh dunia. Rekam jejak globalnya juga diperkuat lewat posisinya sebagai peninjau (reviewer) beasiswa internasional seperti LPDP Kemenkeu serta kunjungan risetnya ke pusat teknologi dunia seperti Microsoft Research di Redmond (AS), Huawei Tech di Shenzhen (Tiongkok), hingga Samsung di Korea Selatan.

Penggerak Gerakan STEM Perempuan dan Penikmat Sastra

Di balik keahliannya yang rumit dalam mengutak-atik algoritma jaringan, Internet of Things (IoT), cyber security, hingga teknologi blockchain, istri dari Kusno Adi Sambowo ini memiliki kepedulian sosial yang sangat tinggi. Ia menaruh perhatian besar pada keterlibatan generasi muda perempuan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Sebagai Koordinator Women in Engineering (WIE) Affinity Group IEEE Indonesia, ia sukses memimpin program berskala global untuk memerangi misinformasi digital (hoaks) di kalangan remaja.

Kepeduliannya pada masa depan generasi muda juga tercermin dari amanahnya sebagai Presiden Indonesia Science Project Olympiad (ISPO) sejak 2012 dan dewan juri Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Tidak hanya aktif di dunia sains, di ranah organisasi kemasyarakatan, Prof. Riri juga dipercaya mengemban amanah besar sebagai Wakil Ketua Umum 6 Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) periode 2022–2027.


Menariknya, di sela-sela kesibukannya yang padat, ibu dari Almira, Naufalia, dan Laura Sambowo yang gemar bermain piano dan berenang ini memiliki kecintaan yang kental pada dunia literasi. Ia mendirikan komunitas Poetry Reading Society of Indonesia (PRSI). Melalui wadah ini, sains dan seni disatukan. PRSI sukses menggelar pertunjukan kolosal dan acara pembacaan puisi lintas negara bertajuk "Borderless Poetry" yang melibatkan para Duta Besar Republik Indonesia yang sedang bertugas di berbagai belahan dunia, seperti di Ceko, Argentina, Pakistan, hingga Kazakhstan.

Banjir Penghargaan Puncak Tingkat Nasional dan Internasional

Dedikasi berlapis tanpa batas yang ditunjukkan oleh srikandi asal Bukittinggi ini berbuah deretan penghargaan paling prestisius, di antaranya:

Anugerah Habibie Prize (2022): Penghargaan paling bergengsi di Indonesia dalam Bidang Ilmu Teknik yang diberikan oleh BRIN dan Yayasan SDM Iptek.

Anugerah Riset Publikasi Bereputasi Q1 (2020): Penghargaan yang diberikan langsung oleh Menristek atas kontribusi luar biasa jurnal ilmiahnya yang menembus kuartil tertinggi dunia.

Hitachi Global Foundation Asia Innovation Award (2022): Penghargaan internasional atas inovasi sosial dan teknologi di Asia.

IEEE Region 10 WIE Most Inspiring Engineer Award: Diserahkan langsung di Kalkuta, India, sebagai pengakuan atas sosoknya yang paling menginspirasi insinyur dunia.

Honorary Professor dari Kazakh Agrarian National University, Almaty, Kazakhstan (2017).

Prof. Riri Fitri Sari adalah potret paripurna dari panggung teknologi modern. Beliau adalah bukti hidup bahwa dengan penguasaan ilmu pengetahuan, kerja keras, dan visi kemanusiaan yang kuat, seorang perempuan kelahiran Bukittinggi mampu memimpin peradaban digital sekaligus menggerakkan kesadaran dunia untuk menjaga bumi agar tetap hijau, lestari, dan berkelanjutan bagi generasi masa depan.

#wkp/ede




 
Top