DUNIA sains internasional pernah dibuat takjub oleh sebuah inovasi luar biasa dari ranah Minangkabau. Adalah Prof. Dr. Rahmiana Zein, M.Sc., seorang pakar ilmu kimia sekaligus Guru Besar dari Universitas Andalas (Unand), Padang, yang berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah ilmu pengetahuan. Perempuan tangguh kelahiran 25 Desember 1956 ini dikenal luas di dunia akademik global sebagai penemu teknik kromatografi tercepat di dunia.
Jejak Langkah Sang Penemu dari Unand
Perjalanan intelektual perempuan yang akrab disapa Rahmi ini dimulai dari jalur pendidikan formal yang kokoh. Ia menyelesaikan masa sekolahnya di Medan, mulai dari SD Negeri No. 9, SMP Negeri No. 1, hingga lulus dari SMA Prayatna pada tahun 1975. Tertarik mendalami rahasia zat dan material, ia kemudian memantapkan langkahnya kuliah di Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas, hingga meraih gelar Sarjana Kimia pada tahun 1984.
Langkah kakinya tak berhenti di sana. Hasratnya pada dunia penelitian membawa adik kandung dari purnawirawan jenderal TNI, Mayjen (Purn) Kivlan Zein, ini terbang ke Negeri Sakura, Jepang. Di bawah bimbingan langsung profesor ternama Jepang, Prof. Toyohide Takeuchi, Rahmi sukses menyelesaikan studi doktoralnya di Gifu University pada tahun 1998 di bidang Material Engineering.
Disertasi doktornya yang mengangkat tema High Performance Liquid Chromatography (HPLC) inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya inovasi besar: sebuah teknik pemisahan komponen kimia (kromatografi) yang mampu bekerja dengan kecepatan fantastis, mengalahkan rekor-rekor kecepatan laboratorium yang ada sebelumnya di dunia.
Harmoni Akademik dan Pengabdian Lintas Negara
Kehidupan Prof. Rahmiana Zein juga diwarnai dengan keharmonisan intelektual yang kental. Ia menikah dengan almarhum Prof. Dr. Edison Munaf, seorang ilmuwan kimia terkemuka yang juga pernah mengemban tugas negara sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) di KBRI Tokyo, Jepang. Pasangan suami-istri ilmuwan ini menjadi salah satu potret representasi akademisi hebat yang dimiliki oleh Universitas Andalas.
Kembali ke tanah air setelah menyelesaikan studi di Jepang, Prof. Rahmi mendedikasikan penuh ilmunya untuk almamater tercinta. Sebagai dosen dan peneliti senior, ia merangkak naik hingga mencapai jenjang kepangkatan tertinggi sebagai Guru Besar (Profesor) di FMIPA Unand dengan pangkat Pembina Utama Madya (IV/d).
Fokus penelitiannya berkembang luas di bidang kimia material dan rekayasa material, mulai dari penciptaan material baru, inovasi teknologi pemurnian zat, hingga aplikasi kimia modern untuk menjawab tantangan industri serta kelestarian lingkungan.
Warisan Ilmiah untuk Dunia
Sebagai salah satu ilmuwan perempuan paling berpengaruh di Indonesia, dedikasi Prof. Rahmi tercermin dari produktivitasnya. Berbagai buah pemikirannya telah dibukukan dan diterbitkan dalam puluhan jurnal ilmiah bereputasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Jurnal-jurnal risetnya mengenai teknik kromatografi hingga kini terus menjadi rujukan penting bagi para praktisi laboratorium dan akademisi dunia.
Lebih dari sekadar bekerja di dalam laboratorium yang steril, Prof. Rahmiana Zein juga aktif turun ke masyarakat. Ia konsisten menerapkan teknologi kimia tepat guna untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Kisahnya adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang bagi ilmuwan Indonesia untuk merajai panggung sains dunia.
#wkp/bin


