NAMA Letnan Jenderal TNI (Purn.) Muzani Syukur mungkin sudah sangat melegenda di jajaran baret hijau. Namun, di luar dunia militer, belum banyak yang tahu bahwa putra asli Minangkabau ini adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang pernah menyelamatkan kekayaan alam Indonesia dari jarahan mafia, dengan total nilai mencapai Rp3 Triliun!
Lahir di Jorong Kampung Palak, Nagari Pasir Talang, Muara Labuh, Solok Selatan pada 5 November 1943, Muzani adalah anak seorang Wali Nagari (Kepala Desa) dan cucu dari ulama besar setempat. Lahir dari keluarga terpandang yang taat agama, prinsip jujur dan tegas sudah tertanam di dadanya sejak kecil.
Dari Anak Wali Nagari Menuju Jajaran Elit TNI AD
Lulus dari Akademi Militer Nasional (AMN) tahun 1965, karier militer Muzani di kecabangan infanteri merangkak naik berkat kepemimpinannya yang luar biasa di lapangan.
Berbagai posisi tempur dan pengawasan elit berhasil ia duduki dengan gemilang, di antaranya:
Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad (1990)
Panglima Kodam III/Siliwangi (1993) – Memimpin komando militer legendaris di tanah Jawa Barat.
Inspektur Jenderal Angkatan Darat / Irjenad (1995)
Komandan Jenderal (Danjen) Akabri (1997)
Ditarik SBY untuk Menyikat Mafia Tambang Liar
Kedekatan antara Muzani Syukur dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata sudah terukir sejak lama di lingkungan militer. Saat Muzani menjabat sebagai Wakil Komandan Yonif Linud 330/Kujang di Bandung, SBY adalah salah satu perwira bawahannya. SBY tahu betul bagaimana watak mantan atasannya itu: jujur, tegas, dan tidak bisa disuap!
Maka, ketika SBY diangkat menjadi Menteri Pertambangan dan Energi oleh Presiden Gus Dur, ia langsung menarik Muzani Syukur untuk menjabat sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Departemen Pertambangan dan Energi.
Tugasnya tidak main-main: Muzani ditunjuk sebagai Koordinator Penindakan Operasional untuk memberantas aksi Penambangan Tanpa Izin (PETI), penyelundupan BBM, hingga pencurian instalasi listrik negara.
Hasilnya? Lewat operasi senyap dan tegas yang dipimpinnya, Letjen Muzani beserta tim berhasil menyikat habis jaringan mafia luar dalam dan berhasil menyelamatkan kerugian uang negara hingga sekitar Rp3 Triliun! Sebuah prestasi luar biasa yang bikin para penjarah kekayaan negara gemetar.
Dipercaya Memimpin BUMN Besar Pasca-Pensiun
Reputasi bersih dan tangguh yang melekat pada dirinya membuat Muzani Syukur terus dicari meski sudah melepas seragam lorengnya. Ia dipercaya menduduki jabatan sebagai Komisaris Utama PT Timah (1998–2003) dan Komisaris Utama PT Semen Padang (2005–2011).
Kisah hidup Muzani Syukur yang penuh keteladanan ini telah diabadikan dalam buku biografinya yang berjudul "Jejak Sang Infanteri".
Letjen TNI (Purn) Muzani Syukur adalah bukti nyata: bahwa setinggi apa pun pangkat dan jabatan, integritas dan kejujuran adalah harta yang paling berharga. Ia tidak hanya mengharumkan nama TNI, tetapi juga membuat bangga seluruh masyarakat Solok Selatan dan Ranah Minang!
#wkp/ede


