DEDIKASI seorang pemikir besar sering kali melampaui batas zamannya, menggabungkan ilmu ekonomi dengan kearifan menjaga kelestarian bumi demi masa depan generasi mendatang.
Meskipun lahir di Lahat Sumatra Selatan (Sumsel) pada 8 Juni 1930, Emil Salim merupakan putra asli keturunan Nagari Koto Gadang, IV Koto, Agam, Sumatra Barat.
Darah perjuangan dan kecerdasan intelektual mengalir kuat di tubuh Emil Salim yang merupakan keponakan kandung dari Pahlawan Nasional legendaris, Haji Agus Salim.
Pendidikan masa kecil Emil Salim dilewati berpindah-pindah kota mulai dari Banjarmasin, Lahat, Palembang, hingga akhirnya menyelesaikan sekolah menengah di Bogor.
Ketertarikan Emil Salim pada bidang ekonomi membawanya menempuh kuliah di Universitas Indonesia dan berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 1958.
Kecerdasan Emil Salim membuka jalan untuk melanjutkan studi ke University of California, Berkeley, Amerika Serikat, hingga sukses meraih gelar Master dan Ph.D pada 1964.
Awal karir profesional Emil Salim di tanah air dijalani sebagai seorang dosen dan ekonom yang mendedikasikan ilmunya untuk merancang konsep pembangunan negara.
Titik balik besar dalam kehidupan Emil Salim terjadi pada September 1971 ketika ia resmi dipercaya masuk ke dalam jajaran kabinet pemerintahan sipil nasional.
Presiden Soeharto menunjuk Emil Salim untuk mengemban jabatan sebagai Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara merangkap Wakil Kepala Bappenas.
Langkah tersebut menjadi awal dari pengabdian panjang Emil Salim yang kelak mencatatkan namanya sebagai salah satu menteri yang paling lama menjabat berturut-turut di Indonesia.
Kepercayaan besar terus mengalir kepada Emil Salim dengan berturut-turut dilantik sebagai Menteri Perhubungan hingga Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup.
Lewat visi besarnya di bidang ekologi, Emil Salim mencetuskan gagasan bersejarah yang menjadi cikal bakal berdirinya Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi.
Setelah menyelesaikan tugas di kabinet pada tahun 1993, Emil Salim bersama rekan-rekannya mendirikan Yayasan Keanekaragaman Hayati demi pelestarian alam yang berkelanjutan.
Reputasi internasional Emil Salim kian kokoh di tingkat dunia melalui penganugerahan penghargaan bergengsi The Leader for the Living Planet Award dari lembaga WWF.
Hingga usia senjanya, Emil Salim tetap aktif berkontribusi bagi bangsa dengan dipercaya menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden serta Anggota Dewan Pengarah BRIN.
#wkp/ede


