JAKARTA -- Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang mampu mendorong perekonomian nasional. Karena itu dibutuhkan dukungan agar UMKM bisa terus berkembang.

Pendiri Zabetmart Elizabeth AM Setiaatmadja mengungkapkan pengusaha lokal juga bisa eksis dan turut berkontribusi untuk ekonomi nasional.

Elizabeth mengungkapkan Zabetmart tak hanya sekadar platform bisnis namun juga menjadi rumah para sociopreneur atau pelaku bisnis yang bisnisnya bertujuan untuk membantu kehidupan sosial masyarakat.

"Zabetmart diluncurkan untuk membantu referral secara corporate bagi para business owner yang tergabung di komunitas, oleh sebab itu partner di Zabetmart sudah pasti terkurasi dan terpercaya serta membuka peluang reseller/dropshipper bagi masyarakat Indonesia," jelasnya.

Menurut Liz, sapaan akrab untuk Elizabeth, semua partner di Zabetmart juga diberikan kesempatan untuk menjadi donatur pengadaan air bersih di desa-desa di berbagai pelosok Indonesia lewat Yayasan Karsa yang bekerja sama dengan KOSTRAD.

"Kita mendorong lahirnya para sociopreneur baru yang membantu kehidupan sosial masyarakat. Sebab bagaimanapun kita sebagai pengusaha tidak bisa dilepaskan dari lingkungan sosial kita, dan dengan bisnis kita, kita juga bisa mengatasi persoalan yang terjadi di masyarakat," jelasnya.

Zabetmart juga memiliki webseries yang menceritakan soal masalah kehidupan seperti percintaan dan pernikahan. Dalam webseries ini juga menceritakan kehidupan di panti werda dan tantangan menjadi generasi sandwich.

Liz dikenal sebagai perempuan pengusaha dan dikenal sebagai multi talented woman, networking expert dan sociopreneur. Kini dia juga aktif sebagai Ambassador of Business Network International.

Selama ini Liz dikenal sebagai pengusaha multi talenta yang sangat peduli dengan tujuan sosial.

Liz mewarisi jiwa tersebut dari ayahnya, Jahja Setiaatmajda (Presdir BCA) & ibunya Winny Setiaatmadja (salah satu pengurus Panti Werda Hana). 

Uniknya Liz, meskipun bisa memanfaatkan kemudahan yang dimiliki ayahnya, namun Liz lebih memilih untuk mengembangkan karirnya sendiri dari nol dan membangun business dan networking sendiri.

Sejumlah jejak Liz dalam kegiatan sosial itu yang cukup popular di kalangan masyarakat saat COVID 19 yaitu menjadi pelopor "Gerakan Peduli Medis baju APD R 55.000".

Melalui gerakan ini, Liz dan teman-teman garmen memproduksi baju APD dengan harga modal dan mengorganize para pengusaha garmen lainnya untuk ikut memproduksi baju APD dengan harga modal juga di saat harga APD melonjak tinggi, lalu Liz mengatur distribusi ke seluruh Rumah Sakit dan Puskesmas di Indonesia yang membutuhkan serta dalam waktu singkat menggalang donasi dari para dermawan bagi para tenaga kesehatan. 

Inisiatif lain adalah membangun rumah singgah dan perawatan bagi warga Suku Anak Dalam di Jambi dan banyak lagi lainnya.  

#dtc/kil/dna







 
Top