INDRAMAYU, JABAR -- Sebanyak 6 orang termasuk Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu mengaku sudah mengunjungi dan klasifikasi dengan pimpinan Ponpes Al-Zaytun di Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, kemarin.

Kemenag Indramayu mengungkapkan bahwa kunjungan diawali dengan menanyakan seputar pelaksanaan pondok pesantren dan pendidikannya.

"Alhamdulillah diterima dengan sangat baik. Dan kebetulan ditemui oleh Syekhnya langsung. Mungkin karena dianggapnya sangat krusial terkait pemberitaan di media sosial," kata Kasubag TU Kemenag Kabupaten Indramayu, Aan Fathul Anwar, Kamis (27/4/2023) kemarin.

Terkait tata cara salat Idul Fitri yang tak biasa itu, Aan mengaku membuka pembahasan dengan diawali dengan pakaian dan shaf ketika salat. Menurut Aan kepada Al Zaytun bahwa pakaian yang dikenakan jama'ah sangat rapi dan bisa dijadikan contoh.

"Saya sampaikan juga ke Al-Zaytun bahwa memberikan contoh yang sangat baik dengan pakaian yang rapi ketika salat Idul Fitri, hampir semuanya menggunakan jas rapih lah secara keseluruhan. Tapi viral juga ya pak? Saya bilang begitu ke dia. Iya katanya apa yang diviralkan?," jelas obrolan singkat Aan dengan pimpinan Ponpes Al-Zaytun pada Rabu (26/4) kemarin.

Dari situ, Aan juga menanyakan tentang jarak shaf salat yang tidak seperti pada umumnya. Antar jamaah sangat berjarak. Dimana, shaf ketika salat Idul Fitri kemarin mayoritas barisannya dirapatkan.

"Yang pertama dia mengambil dasar hukum surat Al-Mujadilah (QS:11), di situ disampaikan bahwa "Berlapang-lapanglah dalam suatu majelis". Jadi memberikan area ruang untuk kita merasa nyaman dengan satu yang lain terkait social distancing," kata Aan menjelaskan jawaban Al-Zaytun.

"Al-Zaytun itu protap kesehatan itu memang jadi pilihan dia dari awal itu tuh. Alhamdulillah biasanya diswab tadi sih engga," imbuh Aan.

Memang kata Aan, Islam tidak melarang ketika salat berjarak. Malah dianjurkan untuk memberikan ruang kepada orang dan jangan berdesak-desakan.

"Saya juga kaget, menggunakan ayat yang 11 Al Mujadilah itu. Tapi kan kita menghargai tafsiran beliau (pimpinan Al-Zaytun) seperti itu terkait jarak yang digunakan," ungkap Aan dari penjelasan Al-Zaytun.

Selain itu, Al-Zaytun juga menjelaskan tentang sosok perempuan yang ada di shaf depan bercampur dengan jamaah laki-laki. Bahwa keberadaan perempuan dalam shaf salat tersebut merupakan bentuk pemuliaan pimpinan Al-Zaytun terhadap seorang perempuan.

"Jadi perempuan itu tidak mesti ada di sudut ujung beradanya. Itu pemahaman dia. Kalau kita kan menghargai pemahaman orang dan pola pikir beliau terkait dengan memuliakan perempuan tersebut," kata Aan.

Bahkan, Aan ditanya oleh pimpinan Al-Zaytun tentang kesalahan dalam memuliakan perempuan. "Dan perempuan yang ada di samping saya itu orang yang paling saya muliakan sekali, gitu. Apakah salah saya memuliakan perempuan?" kata-kata pimpinan Al-Zaytun kepada Aan.

Aan pun menyandingkan pernyataan MUI bahwa tata cara (pria-wanita campur dalam shaf salat) tersebut terdapat kemakruhan. Yang lebih dianjurkan mengambil cara yang lebih afdol.

"Itu pilihan katanya. Karena yang namanya makruh itu abu-abu," kata Aan menirukan jawaban Al-Zaytun.

"Dan salat Id itu sunah, kenapa yang sunah dipermasalahkan katanya," lanjut Aan sampaikan jawaban Al-Zaytun.

Menurut informasi, sosok perempuan tersebut merupakan istri dari pimpinan Al-Zaytun, Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang. "Saya ngambil dari informasi lain ternyata perempuan itu adalah istri Syekh (Panji Gumilang)," kata Aan.

Selain itu, sosok laki-laki yang duduk dalam barisan shaf salat itu kabarnya merupakan seorang yang non muslim. "Yang non muslim yang diem itu penghormatan kemanusiaan, ditempatkan lah di shaf depan, kayak gitu. Walaupun dia (pria duduk dalam shaf depan) tidak salat," ujar Aan.

Namun demikian, pihaknya tidak bisa memaksakan paham atau ajaran yang dilakukan kelompok tertentu. Selagi, ajaran tersebut tidak menyimpang.

"Kita Kementerian Agama bisa mengarahkan tapi tidak bisa memaksakan dalam satu ini. Kan dalam organisasi juga ada macam-macam ada Muhamadiyah, ada Nahdlatul Ulama, Persis, Al Washliyah, ada Al Irsyad, muslim semua. Tapi kita tidak memaksakan pemahaman keagamaan mereka," ungkap Aan.

Dalam obrolan bersama pimpinan Al-Zaytun, pihak Kementerian Agama juga mendapat ungkapan misterius. Bahwa, Al Zaytun kabarnya bakal membuat kejutan.

"Wait and see, katanya," ungkap Aan mendengar peringatan dari Al-Zaytun.

Seperti diketahui, foto dan video salat Idul Fitri di Ponpes Al-Zaytun (Sabtu,22/4/2023) viral di jagat maya. Sebab, pelaksanaan salat ketika itu terlihat seorang perempuan bercampur barisan dengan jamaah laki-laki dan ada satu orang non muslim.

#dtc/bin





 
Top