JAKARTA - Mendekati hari H perhelatan Pemilu Serentak pada Rabu (14/2/2024) mendatang, dinamika politik berupa aksi pembelotan pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden mulai mengemuka. Tak terkecuali para kader partai politik (parpol) yang telah berstatus calon anggota legislatif (caleg), susul menyusul membelot.

Pada Jumat (9/2/2024) siang, caleg DPRD Sumatra Barat (Sumbar) dari Partai Ummat, Adrian Tuswandi yang sebelumnya mendukung paslon 01 Anies-Muhaimin  Baswedan membelot ke Prabowo - Gibran.

Hal tersebut ia sampaikan langsung saat menyampaikan dukungan secara terbuka di Posko Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Sumbar di hadapan Ketua TKD Sumbar H Andre Rosiade.

"Saya sudah lama mengenal Andre Rosiade, namun dengan perjuangannya, Andre Rosiade masih saja dibully, padahal Andre Rosiade ini berbuat banyak. Bahkan, ia menjadi salah satu orang Sumbar menjadi solusi di provinsi ini," katanya.

Terkait dengan dukungannya kepada Prabowo-Gibran di Pilpres 2024, Adrian Tuswandi mengaku siap dengan segala konsekuensi yang akan ia terima dari partai tempat ia bernaung. 

Pasalnya, Partai Ummat merupakan salah satu pendukung pasangan Anies-Muhaimin di Pilpres 2024.

"Meskipun ini risiko dengan pencalegan saya, namun saya meyakini memilih dan dipilih itu hak konstitusi, walau partai saya mendukung Anies, tapi ini hak konstitusi. Saya nothing to lose, saya dalam berkampanye menjual ide dan gagasan sebagai wakil rakyat ideal untuk pemilihnya, bukan karena siapa presiden atau wapresnya," katanya.

Dia melanjutkan, kalau pada musyawarah, satu forum, satu suara saja tentu tidak mungkin.

"Saya rasa perbedaan itu dipahami Anies Baswedan," ujarnya.

Sementara pada Kamis (8/2/2024) siang, caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rifqi menyatakan bergabung dengan Santri Milenial Banten untuk mendukung Prabowo-Gibran di Pemilu 2024.

Rifqi merupakan Caleg Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang daerah pilih (Dapil) 2 yang meliputi Kecamatan Cikande, Kibin, Kragilan, Kopo dan Jawilan.

Surat pernyataan bergabung dengan Santri Milenial Banten diserahkan Rifqi kepada Dewan Pembina Santri Milenial Banten, Kh Matin Syarkowi di Kebun Kebangsaan, Kota Serang, Kamis (8/2/2024).

Alasan Rifqi membelot mendukung Prabowo-Gibran karena merasa tersentuh oleh ajakan Santri Milenial Banten dan merasa era kepemimpinan Jokowi perlu dilanjutkan melalui Prabowo-Gibran.

"Relawan santri milenial santun dan penuh edukasi dalam mengajak kami, yang kedua karena tingkat kepercayaan publik kepada pak Jokowi sangat tinggi, maka ini perlu dilanjutkan dan disempurnakan," kata Rifqi kepada awak media.

Rifqi mengaku, akan mengerahkan semua relawannya untuk dapat mensosialisaikan Prabowo-Gibran agar menang satu putaran di Pilpres 2024.

"Saya akan bergerak bersama Santri Milenial Banten untuk memenangkan Prabowo-Gibran," ujar dia.

Rifqi menyebut, dirinya siap apabila harus dipecat dari partai yang menjadi perahu perjuangannya untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Serang.

"Saya kurang lebih satu tahun di PKS, tapi setelah ini (Mendukung Prabowo-Gibran) saya siap menerima konsekuensi apapun dari partai," jelasnya.

Sementara Dewan Pembina Santri Milenial Banten, Kh Matin Syarkowi mengatakan, membelotmya caleg PKS karena merasa kepemimpinan Jokowi sangat bagus.

Sedangkan visi misi keberlanjutan tersebut berada di pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

"Ini karena efek pak Jokowi, dia tertarik dengan pak Jokowi. Ingin ada keberlanjutan," ungkap Matin.

Matin menyebut, caleg, relawan dan simpatisan PKS yang mendukung Prabowo-Gibran masih ada. Hanya saja ungkap Matin, tidak ada yang berani menyatakan sikap.

"Dari PKS yang berani deklarasi secara terbuka baru ini, tetapi sesungguhnya caleg PKS masih ada tetapi tidak berani deklarasi. Tapi memang jemaahnya itu ada yang sudah bergabung," pungkasnya.

Sebelumnya, selain caleg PKS, sejumlah caleg dari PKB dan PPP juga telah membelot mendukung Prabowo-Gibran.

Pada Rabu (17/1/2024) lalu, tiga caleg PKB menyatakan dukungan kepada Prabowo-Gibran.

Ketiga caleg itu yakni Enung Nurhayati dan Euis Rahmawati caleg DPRD Banten dapil Pandeglang nomor urut masing-masing 6 dan 9.

Kemudian Eni Suheni caleg DPRD Kabupaten Pandeglang dapil 2 nomor urut 3.

Padahal, PKB pada Pemilu 2024 mendukung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Selanjutnya, pada Selasa (23/1/2024) giliran tiga caleg PPP menyusul bergabung dengan relawan Prabowo-Gibran.

Ketiganya yakni Tuti Alawiyah caleg PPP daerah pemilihan (dapil) Serang 1, H. Rokib caleg PPP dapil Serang 3, dan Namami caleg PPP dapil Serang 4.

Seharusnya, mereka memperjuangkan kemenangan pasangan capres dan cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Pada hari yang sama dengan membelotnya caleg PKS di Kabupaten Serang ke paslon 02, pada Kamis (8/2/2024) malam giliran dua caleg DPRD Kota Solo dari PKB, Hermawan Bayu Aji dan Drajat Jati, mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Prabowo-Gibran.

Deklarasi dilakukan di RM Soto H Surono Laweyan, diikuti puluhan orang yang mengaku sebagai simpatisan PKB Solo.

Hadir dalam deklarasi tersebut Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Santri Indonesia, M Natsir Sahib, yang juga Jurkamnas Pandawa Lima.

Saat diwawancarai awak media, Hermawan Bayu Aji, mengaku bergabung ke Pandawa Lima dan mendukung Prabowo-Gibran karena punya ikatan emosional dengan M Natsir Sahib sebagai sesama santri.

“Kami dari dulu sebagai Nahdliyin ya otomatis akan menuruti apa yang sudah disampaikan Gus Dur yang disebut sebagai Bapak Toleransi,” ungkap dia.

Bayu Aji mengaku mengikuti apa yang pernah disampaikan Gus Dur terkait sosok yang paling ikhlas yaitu Prabowo Subianto.

“Yang dikatakan Gus Dur itu yang rela dan sangat ikhlas cuma Pak Prabowo. Apalagi Mas Gibran sudah terbukti trek record nya. Beliau-beliau memang benar-benar toleransi dalam menjaga Kota Solo dan umumnya Indonesia nanti ke depan. Mudah-mudahan paslon 02 satu putaran,” sambungnya.

Ditanya kemungkinan adanya sanksi dari PKB terkait sikap membelot yang dilakukan, Bayu Aji mengaku siap menerima konsekuensi tersebut.

“Saya sudah siap apa pun itu konsekuensi dan sanksi nya. Apa pun itu akan saya hadapi dengan senyum. Tidak masalah seberat apa pun itu sanksi yang akan saya terima, saya siap,” tegasnya. Pernyataan senada disampaikan Drajat Jati, saat diwawancara awak media.

Ia mengaku mengikuti sosok Gus Dur sebagai pencetus PKB. “Karena dari yang saya ikuti yaitu Bapak Abdurrahman Wahid yang mana beliau adalah pencetus PKB, yang menjadi kiblat saya. Sesuai hati nurani saya mengarah kepada beliau, dan mendukung Pak Prabowo dan Mas Gibran. Saya siap menerima konsekuensi apa pun atas ini,” paparnya.

#red




 
Top