JAKARTA -- Bertempat di sebuah hotel di bilangan Jakarta Pusat, Karantina Pertanian Tanjung Priok menggelar bimbingan teknis (bimtek) terkait sosialisasi teknik fumigasi komoditas pertanian ekspor kepada 20 perusahaan fumigator teregistrasi Badan Karantina Pertanian (Barantan).

Forum yang dibuka langsung oleh Hasrul-Kepala Karantina Pertanian Tanjung Priok ini dihadiri juga oleh perwakilan Karantina Pertanian Cilegon dan Karantina Pertanian Bandung yang membawahi wilayah layanan di Propinsi Banten dan Jawa Barat.

Dalam arahannya, Hasrul menegaskan bahwa teknis fumigasi yang diimplementasikan harus menyesuaikan dengan jenis dan bentuk media pembawa yang akan diekspor agar efektif dan efisien dalam mematikan hama target serta tidak merusak komoditas.

"Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pengawas sekaligus pembina, penting bagi kami untuk senantiasa mengupdate keterampilan teknis para perusahaan fumigator sebagai salah satu upaya dukungan terhadap program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) Kementerian Pertanian dan tentunya meminimalisir terjadinya temuan ketidaksesuaian (NNC) dari negara tujuan", pungkas Hasrul.

#adv

#order penayangan advertorial/testimoni, hubungi kami, WA: +62 831 8167 5398 / divisi marketing & EO www.sumatrazone.co.id




 
Top