NABI Ibrahim AS memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah SWT, dijuluki sebagai Khalilullah (kekasih Allah). Kemuliaannya ditunjukkan dengan dipilihnya beliau sebagai bapak para nabi, teladan ketauhidan yang lurus, serta mendapat anugerah selamat dari api Namrud dan dikaruniai putra saleh di usia senja.
Berikut adalah poin-poin kemuliaan Nabi Ibrahim AS di sisi Allah:
Khalilullah (Kekasih Allah): Nabi Ibrahim sangat mencintai Allah melalui ketaatan amal yang tulus, menjadikan beliau kekasih Allah.
Bapak Para Nabi: Allah memilihnya menjadi leluhur para nabi, termasuk Nabi Muhammad SAW.
Imam/Teladan bagi Manusia: Disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai ummah (imam/teladan) yang patuh dan lurus (hanif).
Sangat Menyempurnakan Janji: Nabi Ibrahim dikenal selalu menepati janji dan ketaatannya kepada Allah (TQS. An-Najm: 37).
Mukjizat dan Pertolongan Allah: Diselamatkan dari kobaran api raja Namrud dan dibangunnya Ka'bah sebagai pusat ibadah.
Keteguhan dalam Ujian: Keikhlasannya dalam melaksanakan perintah Allah, termasuk ujian menyembelih anaknya, Nabi Ismail, menjadikannya hamba yang mulia.
Peristiwa Nabi Ibrahim yang diperintah untuk menyembelih anaknya adalah salah satu bentuk ujian keimanan terbesar dari Allah SWT yang menjadi asal-usul ibadah kurban pada Hari Raya Iduladha. Dalam keyakinan Islam berdasarkan mayoritas ulama dan Al-Qur'an, anak yang diperintahkan untuk disembelih tersebut adalah Nabi Ismail AS.
Kronologi Peristiwa
Wahyu Melalui Mimpi: Nabi Ibrahim AS mendapatkan mimpi bahwa ia harus menyembelih putra yang sangat dicintainya, Nabi Ismail AS. Mimpi seorang Nabi merupakan salah satu bentuk wahyu yang bersifat nyata dan wajib dilaksanakan.
Dialog Ayah dan Anak: Nabi Ibrahim tidak langsung memaksakan perintah tersebut. Beliau menyampaikan mimpi itu dengan lembut kepada Ismail untuk meminta pendapatnya.
Ketaatan Nabi Ismail: Nabi Ismail yang saat itu sudah beranjak remaja merespons dengan penuh keikhlasan. Ia berkata, "Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."
Proses Penyembelihan: Nabi Ibrahim membaringkan Ismail di atas pelipisnya untuk bersiap melakukan penyembelihan di tempat yang sunyi (Mina). Saat pisau tajam diletakkan di leher, atas kuasa Allah, pisau tersebut sama sekali tidak dapat melukai Nabi Ismail.
Pertolongan Allah: Setelah melihat ketulusan, keikhlasan, dan kepatuhan mutlak dari keduanya, Allah menyatakan bahwa mereka telah lulus ujian. Allah kemudian menebus Nabi Ismail dengan memerintahkan Malaikat Jibril untuk menggantinya dengan seekor domba/kibas jantan yang besar dari surga untuk disembelih..
Sungguh, Nabi Ibrahim adalah teladan dalam tauhid, tawakkal dan pengorbanan.
#red/don


