Catatan Strategis Adli

Purbaya hadir dengan gaya yang berbeda. Lugas, ceplas-ceplos, tegas dan apa adanya. Gaya yang kemudian memunculkan perdebatan mengenai kepantasan seorang Menteri Keuangan sebagai Jenderal Fiskal. 

Bagi sebagian kalangan, posisi tersebut membutuhkan komunikasi yang lebih terukur dan kehati-hatian. Namun bagi sebagian masyarakat, keterusterangan justru dipandang sebagai keberanian untuk berbicara apa adanya di dalam institusi yang mengelola uang negara.

Purbaya kini telah berganti. Tetapi persoalan fiskal Indonesia tidak ikut berganti. APBN tetap harus dikelola. Penerimaan negara harus diperkuat. Belanja harus diawasi. Utang harus dikendalikan. Dana publik harus menghasilkan manfaat ekonomi. Karena itu, perdebatan tentang Purbaya tidak seharusnya berhenti pada soal gaya. Gaya adalah karakter seorang pemimpin. Sistem adalah karakter sebuah negara.

Indonesia membutuhkan perubahan yang lebih mendasar: revolusi sistem fiskal. Bukan sekadar memperbesar anggaran, tetapi memperbaiki cara negara memperoleh, mengelola, membelanjakan dan mempertanggungjawabkan uang publik. Dari serapan menjadi dampak. Dari belanja menjadi produktivitas. Dari dana mengendap menjadi aktivitas ekonomi. Dari ketergantungan transfer menjadi kemandirian daerah. Dari kepatuhan administratif menjadi akuntabilitas publik.

Reformasi juga harus memperkuat integritas dan pengawasan. Semakin besar uang yang dikelola negara, semakin kuat pula sistem yang memastikan setiap rupiah digunakan secara tepat. Keberanian seorang pejabat tidak boleh berhenti sebagai gaya. Ia harus diterjemahkan menjadi sistem yang bekerja, transparan, terukur, dan tidak bergantung pada siapa yang sedang berada di kursi 

Menteri Keuangan. Purbaya boleh berganti. Gaya boleh berubah. Tetapi reformasi fiskal tidak boleh berhenti.

Indonesia membutuhkan perubahan cara mengelola keuangan negara: lebih bersih, transparan, tegas dan produktif. Karena ukuran keberhasilan fiskal bukan sekadar seberapa besar uang negara dikelola. Melainkan seberapa besar uang negara bekerja untuk rakyat.

STYLE BOLEH BERGANTI. SISTEM FISKAL HARUS BEREVOLUSI.


-ADLI

Membaca Realitas. Berani Menawarkan Solusi




 
Top