PADANGPARIAMAN, SUMBAR -- Seorang mahasiswi Universitas Andalas (Unand) yang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman, mengaku merasa diintip orang tak dikenal ketika sedang mandi. Pihak kampus memutuskan memindahkan seluruh mahasiswa KKN dari lokasi tersebut.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu (4/1/2026), saat seorang mahasiswi tengah mandi di kamar mandi rumah warga tempat mahasiswa KKN bermukim. Korban mengaku merasa diintip oleh orang tak dikenal, sehingga mengalami ketakutan dan kecemasan.

Laporan itu kemudian diteruskan ke pihak kampus. Unand lantas memutuskan menarik dan memindahkan sebanyak 25 mahasiswa KKN yang baru dua hari berada di Nagari Sintuak, setelah sebelumnya tiba pada Jumat (2/1/2026).

Keputusan tersebut mendapat tanggapan dari Pemerintah Nagari Sintuak. Wali Nagari Sintuak Desrial mengaku terkejut karena penarikan mahasiswa dilakukan tanpa komunikasi dan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak nagari.

"Saat kejadian saya tidak berada di nagari dan penarikan mahasiswa juga tidak dibicarakan dengan pemerintah nagari," kata Desrial.

Ia menegaskan, pihak nagari telah berupaya menelusuri kebenaran dugaan pengintipan tersebut. Namun, hingga kini tidak ditemukan bukti yang menguatkan adanya tindakan tersebut. 

"Tidak ada laporan resmi ke nagari, tidak ada saksi dan tidak ada pelaku. Sampai sekarang tidak terbukti," ujarnya. 

Desrial juga mengingatkan agar dugaan tersebut tidak serta merta diarahkan menjadi tuduhan terhadap warga. Menurutnya, sebagai pendatang baru, mahasiswa KKN kerap menjadi perhatian masyarakat sekitar. 

"Bisa saja di belakang kamar mandi ada warga yang sedang mencari kayu bakar atau sekedar melintas. Itu bisa menimbulkan perasaan seolah-olah diintip," katanya. 

Meski demikian, pihak nagari menyatakan menghormati keputusan Unand untuk memindahkan mahasiswa demi menjaga rasa aman. Namun, Desrial menyesalkan langkah tersebut dilakukan tanpa klatifikasi bersama, yang dikhawatirkan dapat memunculkan stigma negatif terhadap masyarakat Sintuak.

Menanggapi hal itu, Unand menegaskan bahwa keputusan pemindahan mahasiswa KKN tidak dimaksudkan sebagai bentuk tudingan terhadap warga Nagari Sintuak. Langkah tersebut murni diambil demi menjaga kenyamanan dan efektibitas pelaksanaan KKN.

Sekretaris Unand Aidinil Zetra menjelaskan bahwa kondisi psikologis mahasiswa menjadi pertimbangan utama pihak kampus dalam mengambil keputusan cepat. 

"Mahasiswa harus berada dalam kondisi nyaman agar KKN dapat berjalan efektif dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Ketika muncul rasa tidak nyaman, maka tujuan pemindahan ini adalah untuk mencari suasana yang lebih kondusif," ujar Aidinil. 

Ia menambahkan, pemindahan dilakukan sebagai langkah preventif agar mahasiswa dapat menjalankan pengabdian dengan tenang tanpa rasa khawatir, serta tetap mampu berkontribusi secara maksimal di lokasi KKN yang baru.

#skt/bin




 
Top