KAB.BEKASI, JABAR -- Kabar gembira bagi segenap insan rekayasa rancang bangun tanah air. Keberadaan kantor sekretariat Indonesian Society of Steel Construction (ISSC) kini berpindah ke wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum ISSC, Nanda Sarjana.

Seperti diketahui bersama, kawasan Cikarang merupakan salah satu pusat manufaktur terbesar di Asia Tenggara.

“Langkah strategis ini ditempuh agar kami dapat bersenyawa dan cepat berinteraksi dengan perusahaan multinasional, pabrik, gudang industri, apartemen, toko peralatan tehnik, real estate dan lainnya yang ada di sekitar kawasan industri,” jelas Nanda Sarjana, Jumat (22/5/2026).

Ia berharap, niscaya hal ini akan menjadi angin segar bagi segenap anggota ISSC, karena di Cikarang memiliki Kawasan Industri Jababeka, Kawasan MM2100, Greenland International Industrial Center (GIIC). Lalu East Jakarta Industrial Park (EJIP), ada juga Bekasi International Industrial Estate (BIIE / Hyundai) dan Lippo Cikarang (Delta Silicon I & II), serta Gobel Industrial Estate.

Ajang silaturahmi kali pèrtama yang digelar sejak pindah kantor, dilaksanakan di Ores.Co Coffee bersebelahan dengan kantor barunya yang berada di lingkungan Arthamas Residence, Ciantra, Cikarang Selatan.

Sekitar 100 pengusaha dan atau perwakilannya, hadir tumplek bleg dalam acara ini.

“Bukan cuma anggota ISSC saja, tapi juga ada pabrikator, jasa konstruksi baja, supplier besi baja, supplier peralatan tehnik sampai kalangan welder, semua berkumpul menyambangi lokasi kantor kami yang baru,” ujar Nanda yang juga Direksi PT. Indo Skala Perkasa.


Sinergi dan Kolaborasi

Pada sesi diskusi, Ketua Umum ISSC, Budi Harta Winata memaparkan peluang sinergi dan kolaborasi bagi percepatan program Sekolah Rakyat (SR) yang sedang dijalani.

Titik pertama proyek SR ada di Aceh Besar dan Bireun yang terdampak banjir bandang beberapa bulan lalu.

“Struktur konstruksi menggunakan besi baja, sehingga bangunan lebih kuat dan cepat,” ujar Budi, CEO PT. ArthaMas Graha Andalan.

“Satu titik lokasi pembangunan memakan waktu sekira 1 bulan dengan sekitar 1700 tonase besi baja tahan gempa, dan akan rampung pada 20 Juni nanti,” tambah Budi yang genap berusia 50 tahun di bulan ini saat membuka acara.

Satu hal yang membanggakan, proyek ini 100 persen menggunakan produk lokal.

“Mulai dari besi baja, atap, cat dan pernak-pernik kebutuhan proyek, semuanya hasil sinergi dan kolaborasi bersama dengan anggota asosiasi,” tutur Budi seraya mengepalkan tangan ke atas meneriakkan yel-yel Stop Impor Konstruksi Baja, yang disambut gemuruh dan tepuk tangan hadirin.

Mengingat proyek Sekolah Rakyat ini masih akan terus dieksekusi hingga tahun depan. Selanjutnya, dalam suasana kekeluargaan satu per satu perwakilan perusahaan, diminta untuk memperkenalkan diri dan memaparkan produk unggulan yang kelak bisa digunakan dalam pembangunan Sekolah Rakyat.

“Gayung bersambut, semua yang datang menyatakan siap mendukung dan mensukseskan program pemerintah itu,” tandas Nanda.

#ksm/nov/ede








 
Top