NAMA Irjen Pol (Purn) Fakhrizal, M.Hum., bukanlah sosok asing bagi masyarakat Sumatera Barat. Mantan Kapolda Sumbar yang dikenal dengan pendekatan humanisnya ini memiliki perjalanan hidup yang berwarna, mulai dari tumbuh besar di asrama tentara, menjadi pucuk pimpinan kepolisian di kampung halaman, hingga terjun ke dunia politik praktis pasca purnabhakti.

Masa Kecil di Asrama dan Mimpi Lapangan Hijau

Lahir di Kamang Mudik, Agam, pada 26 April 1963, Fakhrizal merupakan putra sulung dari pasangan Sabri dan Asni. Kehidupan disiplin sudah dikenalnya sejak dini. Sebagai anak seorang anggota TNI AD, ia menghabiskan 12 tahun masa kecilnya di asrama Batalyon Infanteri 133, Air Tawar, Padang.

Menariknya, sebelum berseragam cokelat, Fakhrizal adalah seorang pesepak bola berbakat. Ia bahkan sempat mengikuti seleksi skuat PSP Padang Junior. Namun, takdir berkata lain. Kelulusannya di Akademi Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada 1982 setelah lulus dari SMA Negeri 2 Padang, mengubah haluan hidupnya dari lapangan bola ke jalur pengabdian negara.

Karier Kepolisian: Matang di Ibu Kota, Berjaya di Kampung Halaman

Lulus Akabri 1986, Fakhrizal mengawali kariernya di Polda Metro Jaya. Jabatan demi jabatan di bidang reserse dan intelijen di wilayah Jakarta Selatan menempanya menjadi perwira yang tanggap. Puncak kariernya di kepolisian ditandai dengan amanah sebagai Kapolda Kalimantan Tengah (2015-2016) sebelum akhirnya "pulang kampung" menjabat Kapolda Sumatera Barat pada akhir 2016.

Selama menjabat sebagai orang nomor satu di Kepolisian Sumatera Barat (2016-2019), Fakhrizal dikenal dekat dengan berbagai lapisan masyarakat, hingga dijuluki sebagai "Jenderal Niniak Mamak" karena pendekatannya yang mengedepankan kearifan lokal.


Dinamika Politik dan Kontroversi Pilkada

Jelang Pilkada Serentak 2020, nama Fakhrizal menjadi sorotan nasional. Keinginannya untuk maju sebagai calon Gubernur Sumatera Barat menuai kontroversi terkait netralitas Polri. Situasi sempat memanas ketika tudingan politik praktis mencuat di parlemen, yang kemudian direspon tegas oleh Kapolri saat itu, Idham Azis.

Dinamika tersebut berujung pada mutasi Fakhrizal melalui Surat Telegram Kapolri pada Desember 2019 ke Mabes Polri. Pasca-pensiun dari kepolisian, Fakhrizal resmi melangkah ke panggung politik dan bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Pendidikan dan Kehidupan Pribadi

Meski sibuk di kedinasan, Fakhrizal tetap mengutamakan pendidikan. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Kepolisian dari PTIK (1994) dan Magister Humaniora di bidang Hukum Bisnis dari Universitas Gadjah Mada (2007).

Di balik sosoknya yang tegas, Fakhrizal adalah seorang kepala keluarga yang hangat. Ia menikah dengan Ade Fakhrizal, mantan peragawati yang pernah mewakili Sumbar di ajang Puteri Indonesia. Pasangan ini dikaruniai empat orang anak: Alfano Ramadhan (yang mengikuti jejak sang ayah di kepolisian), si kembar Julia Nofadini dan Julia Nofadina, serta si bungsu Syarfina.

#wkp/bin





 
Top