RANAH MINANG tak pernah absen melahirkan putra-putri terbaik yang menjadi ujung tombak diplomasi Indonesia di panggung internasional. Salah satu nama yang menorehkan rekam jejak emas di Kementerian Luar Negeri adalah Drs. H. Zubir Amin gelar Datuak Rajo Jambi Sutan Riyatsyah.
Alumnus FISIP Universitas Indonesia (UI) lulusan tahun 1970 ini adalah seorang pejabat karier murni yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk menjaga kepentingan dan citra Indonesia di berbagai belahan dunia. Puncak karier diplomatiknya diraih saat ia dipercaya mengemban amanah sebagai Konsul Jenderal (Konjen) RI di Marseille, Prancis, pada periode tahun 2000 hingga 2003.
Mengarungi Berbagai Pos Diplomasi Dunia
Sebelum memantapkan langkah di Departemen Luar Negeri (sekarang Kemlu) pada tahun 1973, Zubir Amin mengawali pengabdiannya sebagai pegawai di Departemen Agama (1971–1973). Begitu bergabung dengan korps diplomatik, kepiawaiannya membawa pria kelahiran Pariaman 26 Juli 1939 ini berpindah dari satu pos strategis ke pos lainnya di lintas benua:
Awal Karier: Menjabat sebagai Kepala Seksi Eropa I, Dirhub Sosbud, Dirjen Hubungan Ekososbud Luar Negeri.
Penugasan Afrika & Eropa (1979–1984): Bertugas di KBRI Antananarivo (Madagaskar) dan dilanjutkan ke KBRI Ankara (Turki).
Home Staff di Jakarta (1984–1986): Ditarik kembali ke pusat sebagai Kasubdir Tenaga Asing Direktorat Konsuler.
Penugasan Asia (1986–1997): Dipercaya menjadi Kepala Bidang Penerangan di KJRI Hong Kong, kemudian menjabat Kasubdir Amerika Tengah dan Amerika Selatan Deplu, hingga dipercaya menjadi Kepala Bidang Politik di KBRI Beijing, Republik Rakyat Tiongkok.
Posisi Strategis di Kementerian (1997–2000): Kembali ke tanah air, ia memimpin sebagai Kepala Pusat Dokumentasi dan Perpustakaan, sebelum akhirnya menjabat sebagai Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Deplu.
Puncak Pengabdian (2000–2003): Resmi dilantik sebagai Konsul Jenderal RI di Marseille, Prancis.
Atas dedikasi tanpa batas tersebut, Zubir Amin dianugerahi penghargaan negara Satyalancana Karya Satya 20 Tahun pada tahun 1991. Ia juga dikenal aktif membawa nama Indonesia dalam berbagai konferensi internasional serta berjasa besar dalam memasyarakatkan Politik Luar Negeri RI ke berbagai universitas di tanah air.
Sisi Pribadi dan Warisan Inspirasi
Di balik seragam dinasnya yang berwibawa, Zubir Amin adalah sosok kepala keluarga yang hangat. Menikah dengan Tjut Agustin Indrija Martini, pernikahan mereka dikaruniai tiga orang putra dan dua orang putri. Salah satu buah hatinya adalah Nirina Zubir, aktris dan pembawa acara papan atas Indonesia yang mewarisi keluwesan berkomunikasi sang ayah.
Pada 23 Desember 2021, sang diplomat senior mengembuskan napas terakhirnya pada usia 82 tahun. Kepergian Drs. H. Zubir Amin tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga menyisakan penghormatan besar dari dunia diplomasi Indonesia atas segala jasa dan baktinya pada bendera Merah Putih.
#wkp/bin

