BUMI Ranah Minang, khususnya Kabupaten Solok, kembali menorehkan kebanggaan besar di panggung nasional. Dari lumbung padi Sumatra Barat ini, kembali lahir seorang putra terbaik yang sukses mengukir prestasi gemilang hingga menembus jajaran elite perwira tinggi militer di Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD). Sosok inspiratif tersebut adalah Mayor Jenderal TNI (Purn.) Arkamelvi Karmani.

Bagi masyarakat Solok, nama Arkamelvi Karmani bukan sekadar nama perwira biasa. Ia adalah simbol kegigihan, disiplin dan pengabdian tanpa batas seorang anak nagari yang mendedikasikan lebih dari tiga dekade hidupnya demi tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Awal Karier: Titi Langkah Jadi Perwira Muda Infanteri

Dilahirkan pada 10 Februari 1967, Arkamelvi Karmani merupakan putra asli Koto Gadang Koto Anau, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok. Langkah awal kariernya di dunia militer dimulai ketika ia berhasil menembus seleksi ketat dan menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, lalu lulus pada tahun 1989.

Setelah tuntas digembleng di Lembah Tidar sebagai perwira muda, ia memilih meniti jalur profesionalismenya di kecabangan Infanteri. Langkah awal kedinasan ini menuntunnya masuk ke dalam barisan baret hijau—Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Di lingkungan pasukan pemukul utama inilah ia merintis karier dari bawah, melewati berbagai operasi taktis, serta memimpin satuan-satuan lapangan dengan loyalitas total dan profesionalisme.

Titik Balik: Masuk Jajaran Elite Perwira Tinggi di Mabes AD

Pengalaman panjang di lapangan bersama Kostrad membentuk karakter kepemimpinannya menjadi sangat matang. Titik balik dalam karier militernya terjadi ketika ia mulai dipercaya memegang tongkat komando strategis dan masuk ke lingkungan Mabes AD untuk menduduki pos-pos krusial di tingkat perwira tinggi.


Salah satu jabatan penting yang pernah diembannya adalah Perwira Staf Ahli Tingkat III Kasad Bidang Pengawasan Khusus dan Lingkungan Hidup (Pa Sahli Tk. III Kasad Bidang Wassus dan LH). Posisi ini menuntut ketajaman analisis tingkat tinggi karena bertanggung jawab memberikan masukan taktis langsung kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) terkait isu pengawasan khusus dan tantangan lingkungan strategis nasional. 

Sebelum resmi menyelesaikan masa dinas aktifnya, ia juga dipercaya mengemban amanah sebagai Staf Khusus Kasad, sebuah posisi terhormat di lingkungan Mabesad yang mengawal akhir masa pengabdian panjangnya.

Warisan Prestasi bagi Generasi Inklusif di Sumatra Barat

Kini, setelah menyelesaikan masa bakti panjang dengan kepala tegak, Mayjen TNI (Purn.) Arkamelvi Karmani telah memasuki masa purnatugas. Ia meninggalkan warisan (legacy) berupa standardisasi kepemimpinan yang kuat, disiplin tanpa kompromi dan integritas tinggi bagi para juniornya di TNI Angkatan Darat.

Kisah sukses jenderal bintang dua asal Koto Anau ini menjadi bukti nyata sekaligus motivasi berharga bagi semua kalangan pembaca, terutama generasi muda di Kabupaten Solok dan Sumatra Barat. 

Profilnya menunjukkan dengan sangat jelas bahwa dari sudut nagari manapun seseorang berasal, kesempatan untuk mencetak sejarah di tingkat nasional selalu terbuka lebar lewat jalur kerja keras, kejujuran dan ketulusan dalam mengabdi pada bangsa dan negara.

#wkp/ede/nov





 
Top