KOMITMEN dan konsistensi dalam dunia literasi kembali membuahkan hasil gemilang bagi dunia pendidikan Sumatra Barat. Eka Teresia, S.Pd., M.M., Koordinator Literasi SMK Negeri 6 Padang, kembali bertolak ke Kota Solo guna menjemput tiga penghargaan juara nasional sekaligus. Prestasi ini menandai tahun kedelapan berturut-turut bagi sekolah tersebut dalam mempertahankan tradisi juara di tingkat nasional tanpa pernah absen.
Eka Teresia, yang juga dikenal luas sebagai Ketua Penyala Literasi Semesta (PLS) Sumbar, Pimpinan Umum Redaksi media Negeri News, dan Ketua DPD GLN Gareulis Sumbar, membuktikan bahwa dedikasi tinggi mampu menembus berbagai keterbatasan. Di tengah kesibukannya, ia tetap teguh menyalakan api literasi di ranah pendidikan.
Bagi Eka, mempertahankan prestasi nasional selama sewindu bukanlah perkara mudah. Di balik gemerlap panggung penghargaan, ada proses panjang yang menguras energi, waktu, dan pikiran, terutama saat harus berkejaran dengan tenggat waktu yang ketat.
“Sebagai manusia biasa, pastinya ada rasa lelah dan ingin berhenti, apalagi jika semua proses terasa begitu sulit. Namun, saya yakin setiap keikhlasan dan perbuatan baik yang kita lakukan pasti akan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” ungkap Eka dengan penuh rasa syukur saat bersiap menuju Solo.
Ketika surat resmi tiba dan menyatakan SMKN 6 Padang kembali meraih predikat sebagai sekolah juara dan sekolah percontohan nasional, perasaan bahagia dan haru tak terbendung. Langkah kaki Eka menuju Solo hari ini dipenuhi rasa optimisme untuk membawa pulang tiga piala nasional yang menjadi bukti dari kerja keras tiada henti.
Menariknya, Eka menepis anggapan bahwa urusan literasi hanyalah tanggung jawab guru mata pelajaran tertentu atau jajaran manajemen sekolah semata. Sebagai guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), ia merasa memiliki tanggung jawab moral yang sama besar untuk memajukan literasi bangsa. Menurutnya, guru sejati tidak hanya mengajar di dalam kelas, tetapi harus terus meningkatkan kapabilitas diri.
Ia juga berpesan kepada sesama rekan pendidik untuk terus berkarya tanpa harus bergantung pada validasi eksternal. “Jangan pernah berharap apresiasi dan validasi dari siapapun jika kita ingin ikhlas dalam berkarya,” tegasnya.
Prestasi monumental ini ia persembahkan untuk keluarga tercinta, serta rekan-rekan dan sahabat di SMKN 6 Padang yang selalu menjadi sistem pendukung utama dalam setiap langkah perjuangannya membangun negeri. (*)


